Belaian Hangat Om Bastian
Maka, malam itu, sambil menahan geram dan mual karena harus menulis puisi memuji Bastian, Naira mengetik dengan emosi.
“Aku ampe harus nahan mual karena baca tulisanku sendiri, sialan!”
Malam itu bagaikan malam kesengsaraan untuk Naira.
Besok paginya, setelah menaruh kertas berisi puisi yang dipesan Bastian, pria itu masih saja memberikan perintah gila, “Bacakan di sini, di depanku! Pakai suara yang bagus dan intonasi mendayu. Cepat!”
Hot Chapters