Ajari Aku Ciuman, Mas CEO
gumamnya pelan, bukan untuk membangunkan, tapi lebih seperti berbicara sendiri, mengisi keheningan pagi.
Biya perlahan membuka mata, matanya masih setengah mengantuk, tapi senyum tipisnya muncul begitu menyadari kehadiran Bagas.
“Morning,” suaranya serak, tapi manis.
Tubuhnya masih menempel erat, ingin merasakan kehangatan yang sama seperti semalam. Bagas mencondongkan tubuh sedikit, menepuk lembut lengan Biya, seakan memberi sinyal perlahan bahwa mereka harus bangun, tapi tanpa memaksakan.
Hot Chapters