Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

"Kalau kalian penasaran dengan arti mantra yang kubacakan tadi, sebenarnya itu adalah sebuah puisi indah yang digubah oleh Sang Penguasa Sejati Tanah Kebahagiaan III sendiri. Terjemahan kasar ke dalam bahasa kalian kira-kira begini: "Langit mewarnai bintang-bintang yang teramat terang, angin menidurkan kehangatan di tanah pulau. Aku dan kamu bersatu dalam cinta, tertawa sebagai sahabat yang hangat, mengagumi embun milik kita. "Bunga-bunga melukis pelangi yang luas, menyinari matahari, menyinari bulan di langit. Anak-anak kecil bergerak penuh keajaiban, tertawa luar biasa, kesedihan pun tertidur, saat cahaya langit tiba.
560 viewsOngoingIdinagdag sa Library 17 Beses bilang puisi payung teduh
Read
+Library
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
1010.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 227 Beses bilang puisi payung teduh
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 93 Beses bilang puisi payung teduh
Read
+Library
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Di dalam paviliun, ada dua sosok cantik berpakaian putih dan ungu yang mengelilingi sebuah tungku api kecil berwarna merah di mana anggur beras sedang dipanaskan. "Salju tanpa bunga plum tidaklah indah, salju tanpa puisi terasa kosong. Saat senja, puisi rampung ditemani salju yang kembali turun. Bersama bunga plum, semuanya menyemarakkan musim semi." Farrel yang masih berpenampilan bak pria memutar cangkir gioknya. Dia memandangi salju dan bunga plum sambil berkata pelan, "Cantik, bagaimana puisiku?"
96.1M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 196.7K Beses bilang puisi payung teduh
Ipakita ang mga Review (2659)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Basahin ang Lahat ng Review
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

"Cek, cek, cek. Assalamualaikum hadirin sekalian. Maaf mengganggu waktunya sebentar. Sembari menikmati prasmanan izinkan saya Tarjo Sutejo selaku teman kedua mempelai untuk mempersembahkan satu buah lagu dari Payung Mendung--" "Payung Teduh, woy!" Yoga terdengar berteriak dari bawah panggung. "Ah, iya maksudnya Payung Teduh yang berjudul Akad. Lagu ini saya persembahkan untuk Non Mimi yang sangat cantik sekali, juga Bang Rafa yang nggak kalah ganteng mirip Artis Korea, juga spesial untuk Neng Zara yang selama ini selalu setia menemani saya dalam kondisi koma. I love you, beibeh."
1045.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.5K Beses bilang puisi payung teduh
Ipakita ang mga Review (8)
Read
+Library
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Basahin ang Lahat ng Review
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Itulah Pajajaran sejati, bukan sekedar kerajaan, bukan tanah, tapi kesadaran yang hidup di antara rasa dan waktu.” Kemudian terlihat cahaya lembut turun dari langit, menyentuh bilah Kujang Layung yang terbaring di pangkuannya. Cahaya itu berubah menjadi untaian simbol aksara kuno, berputar mengelilinginya dan membentuk tulisan yang bersinar: “Sangkan Paraning Rasa — Teu meunang pareum, teu meunang leungit.” (Asal dan tujuan rasa — tak boleh padam, tak boleh hilang.)
101.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang puisi payung teduh
Read
+Library
Menikahi CEO, Penyesalanku

Menikahi CEO, Penyesalanku

“Ambillah. Pemilik tempat ini yang membuatnya. Dia pernah bilang pada aku, kalau aku melihat seseorang menunggu di depan pintunya saat hujan, aku harus memberikan ini.” Tangan Arif gemetar ketika menerima payung itu. Pegangannya terbuat dari kayu zaitun yang dipoles halus. Di sana, terukir dengan tulisan tangan aku, satu baris teks. [Badai selalu akan berlalu. Tetap bahagia di jalur kamu sendiri.] Dua kalimat yang sederhana itu menyambar Arif seperti petir, menghancurkan sisa-sisa khayalan terakhirnya.
7.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 193 Beses bilang puisi payung teduh
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

HUJAN SENDU Oleh: Pesona Senja Ada bilur serupa gores kenangan Pada tetes-tetes hujan sore Lagi dan lagi tetes menetes pada netra Bilur membilur dalam dada Mendung mengundang hujan Hujan merayu pendar cahaya jadi pelangi Tentu saja bisa! Tapi tak selalu, rintik hujan berbuah pelangi Harap tekat padamu juga padaku
106.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 196 Beses bilang puisi payung teduh
Read
+Library
Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Canda tawa menghiasi perjalanan, perlahan matahari mulai tenggelam, tiga sosok memutuskan untuk berpisah dan melanjutkan perjalanan besok pagi, api unggun dinyalakan, daging kering dibakar, sambil menunggu daging matang An Hui menghibur cucunya dengan cara membacakan sebuah puisi. "Hidup seperti air mengalir!" "Jangan lengah atau berlebih!" "Angsa emas makan ikan!" "Dewi turun dari pelangi, menari-nari?" "Melangkah maju dan mundur!" "Tergantung pilihan!" "Langit bergemuruh memberikan semangat, bumi bergetar dalam diam, berteriak kepada dunia!" "Hore….! "Wah, puisi yang bagus!"
9.5455.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 16.4K Beses bilang puisi payung teduh
Ipakita ang mga Review (59)
Read
+Library
Nelly Rosida
Saya sudah baca 52 bab dalam 1 hari, semoga saya tidak lagi menjadi korban penulis2 sebelum nya yg tidak bertanggung jawab. Semoga penulis ini,istiqamah,komit dgn update harian dan bisa menghargai hasil karya nya sendiri melebihi para pembaca dgn cara menamatkan tulisahn ini dgn cara yg elegan.
Kentang Imajinasi
venessa, Luna , Maya, yu yin, lili mati dipenggal sama karakter gak penting, buat venessa yang harusnya jadi icon utama di nerf habis2an dan matinya dibuat gak pantas Sama sekali. buat yang baru baca atau dah setengah jalan mending berhenti baca cari novel lain. daripada sakit hati
Basahin ang Lahat ng Review
LEGENDA KAMESWARA

LEGENDA KAMESWARA

Bercahaya. Sosok yang memegang payung terbuka menaungi kepalanya dari terik mentari. Setelah semakin turun barulah terlihat sosok tersebut adalah seorang wanita yang kecantikannya bagai bidadari dari alam Tunjung Sampurna. "Dewi Payung Terbang!" Beberapa orang berseru mengenali siapa yang datang itu. Semuanya terpana, takjub dengan cara-cara wanita yang dijuluki Dewi Payung Terbang ini muncul di hadapan semua orang.
1017.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 393 Beses bilang puisi payung teduh
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status