Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

TUT Sambungan terputus, Redita menghela nafas panjang. Matanya memanas, hatinya kembali pedih. Kenapa setiap kebahagiaan yang ia cicipi hanya bertahan sementara? Apakah benar ia tidak pantas bahagia? "Selamat tinggal, terima kasih banyak!"
9.9266.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
DILAMAR MALAIKAT MAUT

DILAMAR MALAIKAT MAUT

Hujan deras mengucur berkali-kali, langit sesekali diterangi kilat yang menyambar kesana- kemari, dengan dinyanyikan suara guntur menggelegar hebat. Aku berjalan dipayungi hujan, menjejakkan langkah menuju rumah dengan membawa tas ransel dan penggorengan. Aku diam-diam pergi dari rumah itu saat mereka tertidur lelap.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
Diary Langit

Diary Langit

jawab Luna sambil membuka kain pelapis piano. "Oh ya..., kedua kakakmu?" "Mereka tidak tinggal di sini, paling sesekali saja datang jika sedang libur," jawab Luna. Tanpa sengaja mata Hari tertuju pada sebuah pigura foto yang tersandar di atas piano. Foto seorang pemuda tampan bermata teduh. Tulisan kecil berwarna biru yang tertera pada pigura itu berbunyi: A. Bagaskara. “Luna, apakah pemuda di foto itu Arun yang sering kamu ceritakan?” tunjuk Hari ke arah pigura foto yang berada di atas piano.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 20 A Oleh: Kenong Auliya Zhafira Ibarat mendung berbalas hujan layaknya hati yang mulai terpaut rasa. Mengetahui kesamaan perasaan seseorang pastinya seperti belaian angin yang datang memberi kesejukan. Apalagi setelah sekian lama panas karena hati berselimut bara api kisah lalu. Sempat menghanguskan impian, tetapi seiring berjalannya waktu kembali menemukan tempat baru meski hanya tersisa butiran debu.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
Here To Hurt You

Here To Hurt You

Semua kenangan di rumah itu perlahan akan dilupakan. Auris melanjutkan langkahnya tidak berniat untuk berteduh. Ia tidak tahu mau kemana kakinya melangkah, saat dia berpikir tanpa sadar ada sebuah payung yang melindungi tubuh Auris dari air hujan. Auris menghentikan langkahnya lalu menadahkan kepalanya melihat payung transparan berada di atasnya. Ia membalikkan tubuhnya melihat siapa yang memayunginya.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
Apple of My Eye

Apple of My Eye

Iyain aja, aku lagi patah hati nih. Air langit menetes satu, dua, tiga, seratus, seribu. Hujan telah turun dan itulah jawabannya. Aku basah dan kedinginan, iyalah Alana dodol kamu nggak pakai payung. Tandanya aku harus melupakannya dan mengambil payung atau setidaknya berteduh. Agar hujan ini tak makin dingin dan menyakitkan. “Mbak, mari pulang?” ajak Om Paupau sambil memayungiku. Aku menangis keras sambil menatap ajudan ayah itu.
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 408 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
The Sunday Sunflower

The Sunday Sunflower

"Ingatkah engkau di bawah pohon ini kita berdiri Menjemput senja, mengantar fajar Sejak kelabu memburu sampai mentari menari-nari Kita berlari di bawah sepasang payung warna-warni..." Fanala tenggelam dalam buaian suara sang penyanyi yang mengalun lembut, bagai bercerita tentang dirinya. Dan mendadak ia merasa sendirian di keramaian ini. Mengenang kembali kenangan yang terasa lebih hidup dari kenyataan saat ini.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.759.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

"Dia meminjam payung ini dariku karena suatu alasan. Kalau aku menerimanya sekarang, itu artinya aku memutus sebuah 'percakapan' yang sedang ia bangun denganmu." Maorielle terdiam. Pipinya terlihat sedikit memerah. Dia mengangguk pelan, jemarinya meraba gagang payung itu. Ada rasa hangat yang menjalar di hatinya, sesuatu yang lebih dalam dari sekadar rasa terima kasih. Seolah Khai sengaja melakukan ini agar Maorielle tidak punya alasan untuk tidak menemuinya lagi. "Lagipula, hari ini mendung," tambah Pak Angin sambil menunjuk ke luar jendela. "Anggap saja aku sedang meminjamkan payung ini padamu melalui Khai. Kamu bawa pulang saja dulu."
832 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Di meja, buku catatan itu terbuka dengan sendirinya, angin memutar halamannya cepat hingga berhenti di satu kalimat terakhir yang belum ia baca sebelumnya: "Jika aku datang saat hujan, jangan keluar. Karena bukan aku yang datang padamu." Lampu gantung di atas kepala Aira padam tiba-tiba. Rumah tua itu tenggelam dalam gelap total, hanya menyisakan suara hujan yang seperti bisikan doa — atau peringatan. Dan ketika ia kembali menatap ke luar jendela, sosok berpayung itu sudah hilang. Hanya bayangan samar di permukaan air, seolah menunggu saat untuk muncul kembali.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status