Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kontrak Cinta, Luka Nyata

Kontrak Cinta, Luka Nyata

Dan semakin ia membaca, semakin dalam ia terperangkap. Tulisan-tulisan itu bukan sekadar rangkaian kata. Mereka adalah dunia batin Alya yang terbuka tanpa filter, tangis, tawa, kekecewaan, kerinduan, dan cinta. Ada puisi pendek tentang kopi di pagi hari, ada esai panjang tentang arti kehilangan, ada catatan renungan di tengah malam tentang keraguan pada diri sendiri. Semuanya ditulis dengan jujur, kadang rapuh, kadang getir, kadang penuh gairah.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai puisi pengalaman pribadi
Baca
+Pustaka
KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

“Karena… dengan menulis, aku bisa bicara pada dunia tanpa harus bersuara. Kadang… kata-kata di kertas lebih jujur daripada kata-kata dari mulut.” Aditya mengangguk, menatapnya dalam. “Aku ingin baca puisimu suatu hari nanti.” Hati Alya bergetar. Ia ingin menunjukkan, tapi di sisi lain, banyak puisinya adalah jeritan batin tentang luka yang tak bisa ia ceritakan. Ia takut Aditya akan tahu, lalu menjauh. “Aku tidak pantas untuknya. Aku sudah hancur. Kalau dia tahu, dia pasti akan pergi.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai puisi pengalaman pribadi
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Sekilas puisi ini terlihat biasa tetapi kalau direnungkan dengan serius baru ketahuan betapa dalam maknanya. Hanya ketika menghadapi gelapnya hidup, barulah kualitas pribadi seseorang ketahuan. Entah dia mutiara yang bersinar atau cuma mata ikan yang meminjam cahaya orang lain. Dewan juri tersenyum puas. Mereka harus mengakui kehebatan Shu Yi walau seorang perempuan. "Nona muda, kenapa tak jadi muridku saja?" Salah juri bertanya.
1025.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 655 kali sebagai puisi pengalaman pribadi
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

“Penulis-penulis terdahulu mengalami penderitaan terlebih dahulu, baru kemudian dia terbentuk. Sastrawan besar itu lahir dari penderitaan, ya merasakan penderitaan diri sendiri dan menghayati penderitaan orang lain.” (Ahmad Tohari)
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai puisi pengalaman pribadi
Baca
+Pustaka
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

HUJAN DAN DIA Melalui rintik hujan Ada sesuatu dalam pikiran Mengenang kisah tak terlupakan Telah terukir dalam ingatan Kita yang dahulu selalu ada Kini sirna bahkan tiada Terlalu mengikuti rasa Jenuh pun melanda Duhai ... Kekasih hati Mampukah diri ini pergi? Meninggalkan segala situasi Mungkinkah kisah kan kembali? Hujan mengungkit semuanya Kasih dan benci menjadi satu Ciptakan perih dan nelangsa Terlahirlah ragu Empat bait puisi itu mampu melunakkan hati. Kadang meratap tiada guna. Ahh, padahal hubungan dengan Arul baik-baik saja. Kenapa puisi itu seolah karena terluka?
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai puisi pengalaman pribadi
Baca
+Pustaka
Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Bahkan suasana hatinya pun menjadi jauh lebih baik! "Sudah lama aku nggak merasakan kebebasan seperti ini! Aku sangat menyukainya." Adeline menoleh ke arah pria di sampingnya. "Dari mana kau tahu kalau atap gedung perusahaan kami punya pemandangan seindah ini?" "Bukannya atap gedung di seluruh dunia kurang lebih seperti ini? Saat sedang kesal, aku sering naik ke atap buat duduk dan menikmati angin. Rasanya jadi jauh lebih nyaman."
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai puisi pengalaman pribadi
Baca
+Pustaka
Perjalananan Yang Penuh Cobaan

Perjalananan Yang Penuh Cobaan

Kalau sampai orang yang mengenal kami melihatnya, habislah riwayat. Beberapa hari setelahnya, aku jadi makin parno dan terus-terusan cek berita online. Untungnya, tak ada informasi apa-apa. Tapi sejak malam itu, seolah ada saklar dalam diriku yang menyala. Setiap malam, aku selalu memimpikan kejadian itu. Sensasi tak terkendali itu menorehkan kenangan yang sulit dilupakan dan memunculkan hasrat yang tak bisa kujelaskan.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai puisi pengalaman pribadi
Baca
+Pustaka
ANILA - Kutukan Angin

ANILA - Kutukan Angin

Tangannya mulai menggarap sebuah tulisan. Anila tidak pernah mencurahkan atau mengatakan apapun didalam buku itu secara langsung. Karena, ketika ada orang lain yang membacanya Anila merasa tak nyaman, bahkan benci. Oleh karena itu, Anila selalu menuliskannya melalui bait-bait puisi yang hanya dapat dimengerti dan dirasakan oleh orang-orang yang yang benar-benar menggunakan hatinya. ~•~ [Aku suka hujan, sebab hujan tak pernah tampakan kesedihan,]
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai puisi pengalaman pribadi
Baca
+Pustaka
CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku

CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku

Pahanya diremas Akash. “Penulis yang cuma mengandalkan imajinasi, tulisannya terkadang hambar. Kadang penulis memerlukan observasi langsung atau partisipasi aktif.” Arvin tiba-tiba berkata. Gista mematung. Orang di meja itu menyambar perkataan Arvin dengan persetujuan. “Pengalaman pribadi memang membuat tulisan lebih hidup.”
1032.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi pengalaman pribadi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status