Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai puisi tentang rasa
Baca
+Pustaka
Kelana

Kelana

Untuk segala lukamu Yang menjadi lukaku Sedihmu Yang adalah sedihku Badai dalam dirimu Yang mewarnai hidupku; Merah, ungu, jingga, kelabu Untuk segala kamu Yang telah kupilih dengan segenap kesadaranku Lana meremang membaca halaman pertama dari buku yang tengah ia baca. Kata-kata dalam puisi pendek itu membuat Lana merasakan sesuatu yang begitu sedih dan menyentuh, dan entah bagaimana membuatnya teringat Arga.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi tentang rasa
Baca
+Pustaka
Mencintai Istri Bos

Mencintai Istri Bos

Gadis itu berlari, menyusuri setapak, merambas tanaman pandan-pandan raksasa, ia membiarkan lengan mulus tersayat kecil pinggiran pandan yang sebagian berduri. Gejolak emosi, kecewa, cinta yang hangus tiada sisa. Persis ranggas kering semakin kering di bawah terik mentari. _DA Kalimat demi kalimat terngiang jelas hingga kini. Meski bertahun sudah lalu, entah mengapa Tuhan begitu senang mempermainkan perasaanku. Siluet hunjaman silet masih terasa menancap, terhunus tepat tanpa bisa kucabut pangkalnya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi tentang rasa
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Kesannya terlalu suram. [ Rumput hijau dan dedaunan yang harum, kapan akan berhenti tumbuh? ] [ Dengan berlinang air mata, hati yang penuh kekhawatiran telah retak lebih dulu. ] Beberapa kata ini sudah cukup untuk menunjukkan kesedihan di atas kertas. Orang lain tidak akan mampu menyainginya. Wira mengangguk dengan tulus sambil melirik wanita itu sekilas. Meskipun dia tersenyum, karya puisinya seolah-olah menunjukkan perpisahan yang penuh kesedihan.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184.4K kali sebagai puisi tentang rasa
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Mereka duduk berdampingan di lantai, membaca katalog seni sambil menyeduh teh hijau dari termos yang dibawa Aurora. “Puisi ini… kamu tulis tentang siapa?” tanya Aurora lirih, menunjuk salah satu bait di halaman belakang. "Mata itu tidak memintaku jatuh cinta, tapi seolah tahu aku akan jatuh juga." Raku tertawa pelan, lalu menatap Aurora. “Mungkin tentang seseorang yang belum kukenal saat kutulis… tapi sekarang mulai terlihat wajahnya.”
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai puisi tentang rasa
Baca
+Pustaka
Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Sabun berbusa tapi ia tidak peduli. Kata-katanya canggung, tata bahasanya salah, rimanya tidak jelas, tapi tulus. "Mata Raisa seperti bintang di langit Bandung". Ia tertawa waktu itu, bilang itu puisi paling konyol yang pernah ia dengar. Tapi ia simpan sampai sekarang di laci. Lipat rapi. Seperti artefak dari kehidupan lain. Sekarang satu-satunya puisi yang kau tulis adalah laporan keuangan. Angka dan grafik. Tidak ada ruang untuk perasaan.
19.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai puisi tentang rasa
Baca
+Pustaka
Reihan: Enkripsi Perasaan

Reihan: Enkripsi Perasaan

“Ég reisti altari úr beinum og tárum Kallaði á anda þína með loga þúsund vitlausra kerta Hverja nótt rist ég nafn þitt á stein Og hvísla: “Þú ert mitt, barn mitt…” “Ég er móðir... ei dauð... ei horfin... Ég bíð... í hverri órólegri draum Barn mitt... kom heim...“ (Terjemahan) “Hmmm,Sunyi tanah luka, berdebu darah Angin perang membawa namamu, wahai jiwa yang patah Tanganku menggapai, langit memerah
776 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai puisi tentang rasa
Baca
+Pustaka
MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

Seseorang yang tidak ia duga akan hadir. --- Malam kembali tiba. Alya menulis di buku hariannya: “Raka, aku masih mencintaimu. Tapi… setiap kali kamu datang, aku hanya merasa semakin hancur. Sedangkan Ardi, dengan segala kesederhanaannya, membuatku merasa utuh. Apa artinya semua ini? Apakah aku sedang belajar melepaskanmu?” Air matanya menetes di atas kertas. Tapi kali ini, tangisnya tidak hanya karena luka—melainkan juga karena harapan kecil yang baru mulai tumbuh.
10978 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai puisi tentang rasa
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 388 kali sebagai puisi tentang rasa
Baca
+Pustaka
Tentang Rasa

Tentang Rasa

Dinginnya malam menusuk kulit tidak membuat gadis berbaju pendek itu terusik. Dia masih fokus dengan tulisannya, meski jam sudah menunjukkan tengah malam. Terkadang bibir ranum itu tersenyum mengikuti alur ceritanya, atau bahkan netranya banjir air mata. Hal itu biasa terjadi saat rasa bernama rindu tengah berkuasa. Rasa yang seharusnya tidak lagi hadir.
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai puisi tentang rasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status