Pesan Nyasar Dari Sahabatku
“Iya, Ri. Aku juga titip salam buat Mama dan anakmu. Jaga Ica baik-baik, ya?”
Aku mengangguk lagi. Ah, rasanya sedih betul saat harus berpisah dengan tetangga terbaikku. “Aku pulang ya, Mbak. Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.” Mbak Naja melambaikan tangannya. Perempuan itu saat kutoleh, tengan mengusap ujung pelupuk matanya dengan jemari. Dia menangis. Sama sepertiku. Sesungguhnya, perpisahan sementara ini sama-sama membuat kami bersedih hati. Bukan apa-apa. Mbak Najalah tetanggaku yang paling akrab. Kami sudah saling dekat seperti saudara sendiri. Dia baik dan tulus. Beda jauh dengan Nadia yang diam-diam menusukku, tetapi saat di depan tampak baik hati seperti malaikat.
Bab Populer