Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Ana tersenyum sekilas saay mengakhiri ceritanya dan bertanya. “Tidak banyak memang. Tapi aku cukup mengerti apa yang ingin kau katakan,” jawabku sambil merenung. “Yang ingin aku tanyakan adalah sebenarnya apa itu pertemanan, apa arti persahabatan, mengapa begitu sulitnya dipahami?” “Persahabtan adalah seni. Dia lahir ditandai dengan tangisan pertama dan tawa terakhir.” “Kau membuatku bingung, Ana. Kau suka sekali berteka-teki.”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

Kedua status itu adalah beberapa baris puisi miliknya, dan oleh sang bidadari dijadikan statusnya: [ Biarlah aku tak harus cemburu Biarkan rasa kangen itu raib Seperti asap lisong yang diterpa angin lalu Dan kangen itu… Biarkan seperi desau angin yang gagal merumput Lalu senyap dalam ingatan.] Lalu status kedua: [ Pertemuan kita telah menjadi penggalan rencana Nyaris tak berarti apa-apa lagi Kebersamaan kita telah sampai pada tapal batasnya Ternyata aku telah melewati jalan yang destinasinya sama
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
YOU ARE MY BRIDE

YOU ARE MY BRIDE

Harapan ingin selalu melihat senyummu Senyum yang memberi teduh di hatiKu Menatapmu dalam rinduku Namun tak kuasa menyentuhmu Jauh darimu membuat hatiku tak menentu Dekat denganmu membuatku ragu Tersenyumlah selalu Karena senyummu obat pelepas rinduku Tersenyumlah selalu Karena senyummu adalah jawaban doaku Semuel “Semuel?” Ziona berusaha mengingat siapa Semuel. Tak ada satu pun teman sekelasnya yang bernama Semuel. Sebuah pesan masuk ke ponselnya padahal dia belum menemukan jawaban tentang siapa pengirim surat itu. “Maaf kalau aku lancang mengambil nomor ponselmu dari data peserta basket. Aku Semuel anak kelas 12. Aku juga yang mengirim puisi itu untukmu. Bisakah kita bertemu setelah p
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate

DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate

Kalau enggak salah, kunci pertemanan itu saling pengertian. Saling mengerti lahir dari empati. Kesamaan sifat. Kecocokan. Setelah melamunkan beberapa teori rumit yang kuhapal dari internet dulu, aku memperjuangkan upaya terbaik yang kubisa. “Wah itu buku Sejarah Penaklukan—” “Nona!” Jeanette menutup buku itu tiba-tiba. Melayangkan pandangan tajam yang sama. “Saya izinin kamu untuk duduk di sini, jadi mohon, tolong jangan bicara lagi, bisa?”
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Wira mulai menulis seraya membacakan puisinya, "Gunung terlihat gagah menjulang penuh digdaya, pepohonan hijau berbaris menanti sang matahari. Ketika terucap salam perpisahan, jarak kita pun makin membentang. Kita tak selamanya bersatu, tapi hati kita akan tetap bersama. Selamat berpisah teman, perpisahan ini hanya membuka lembaran baru." Iqbal sangat senang saat melihat Wira membacakan puisi sambil menggerakkan kuasnya. Enam orang terpelajar benar-benar kagum pada Wira.
96.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239.9K kali sebagai puisi pertemanan
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
Pacar Pura-Pura

Pacar Pura-Pura

jawab Clara dan menunjukkan letak puisi tersebut, dan setelah itu Kak Indri pun membaca puisi tersebut “Mencintaimu adalah janji pada Tuhan, janji yang harus ku tepati pada penciptaku Dengan segenap jiwa dan raga ku, dan serta doa menjadi bekal ku mencintaimu Aku ingin mencintaimu dengan indah, dengan hati yang bercahaya seperti purnama Aku ingin mencintaimu dengan indah, dengan sifat yang berharga seperti batu permata Tuhan, izinkan aku bersamanya, izinkan aku menjaganya, seperti janji di setiap doa ku yang tertuju padanya.” Baca Indri dengan penuh hati, dan memang benar puisi yang ada di dinding itu sangat bagus dan Indri pun juga sangat suka pada puisi tersebut “Bagus banget ya puisinya”
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
Alisya

Alisya

Semaksimalnya untuk hasil terbaik. Denganmu, kami bisa melihat Dengan adamu, kami bisa membaca Dengan hadirmu, kami bisa berjuang Dengan sapaanmu, kami terhindar dari kegelapan LAMPU Puisi yang ditulis Aiys di rangkaian yang ia gambar. "TEEEEEEEETTTTTTT," bunyi bel dengan menandakan telah usai sesi dua. Juna, Aiys, dan Tasya segera mengangkat tangan dan kemudian mengemas barang-barang mereka. Sebelum beranjak mereka sempatkan berfoto dulu dan memfoto hasil karyanya.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

tanya Rio padaku. "Baik, Yo," jawabku. "Jangan lupa nanti datang ke nikahan kita, "Siap, Bos!" Semoga ini memang perjalanan cerita pertemanan mereka. Langgeng tanpa permusuhan. *** Sajak Angin Pada Embun Dalam hening semilir angin membawa kabar Pada setiap bulir embun diantra dedaunan Rindu mu mengema seirama dendang alam kehidupan
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status