Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menjinakkan Empat Selir Binatang

Menjinakkan Empat Selir Binatang

Di abad ke-21, para politikus dan penguasa bertarung di balik layar komputer, menggunakan pembunuhan karakter lewat media massa, memanipulasi opini publik dengan pencitraan palsu, dan tersenyum ramah di depan kamera sementara tangan mereka sibuk menandatangani dokumen yang menghancurkan jutaan nyawa. Semuanya dibungkus dengan rapi atas nama hukum, diplomasi, dan hak asasi manusia yang munafik. Di sini? Tidak ada topeng kemanusiaan yang bertele-tele. Jika kau kalah dalam bidak catur politik, kepalamu ditebas, atau jiwamu dibekukan seperti anjing liar. Walaupun tetap saja, pada akhirnya semuanya sama saja, batin Shen Wei pahit.
9.65.2K viewsCompletedAdded to Library 128 Times as puisi politik
Show Reviews (11)
Read
+Library
EYN
Ini pertama kalinya baca buku fantasi. Awalnya cuma intip di bab 1 karena covernya cakep. Ternyata ceritanya menarik, bisa dipahami untuk pembaca awam seperti aku. Semangat menulis. Ditunggu update-nya. ^_^
Strawberry
Haiiii..... Happy weekend sebelumnya.. teman-teman aku mohon maaf, aku ada salah Up bab. Harusnya aku Up bab 16 tapi malah naikin bab 17. Mungkin kamu akan temukan dua bab yang sama. Besok baru diperbarui.
Read All Reviews
King of Bosses

King of Bosses

Pantas, ada banyak orang yang mendadak gila ketika tidak terpilih menjadi anggota legislatif! "Jika mereka tidak kompeten, untuk apa menduduki ranah politik. Sama saja seperti katak yang berusaha untuk terbang. Memaksakan diri sendiri dalam kehancuran." "Karena posisi tertinggi akan membuat haus kekuasaan seseorang menjadi reda. Orang berbondong-bondong ingin menjadi bagian dari politik demi nama baik keluarga, akan tetapi, mereka lupa bila posisi itu juga mudah goyah. Tidak ada yang murni dalam politik, orang awam dan rakyat mudah ditipu. Coba saja tarik simpati rakyat dengan uang, mereka akan menganggap bahwa calon legislatif itu murah hati."
9.486.3K viewsOngoingAdded to Library 2.8K Times as puisi politik
Show Reviews (57)
Read
+Library
ARCELYOS
Maaf buat para pembaca kalau author apdetnya ga sering. author juga sempet kena covid 19 dan skrg agak sering sakit. Doain author sehat terus ya, jangan kasih bintang 1 karena ceritanya akan terus lanjut.🌚🙏
Mvhie
Sebuah karya yang luar biasa Thor 🥰. Jadilah tetap tegar setegar karang biarian nyamuk yang ang eng ung terus berdengung dan menyakiti. Karena pada akhirnya mereka akan mati dalam satu tepukan telapak tangan kita yang akhirnya sukses diakhir cerita 🥰🥰🥰🥰 I support you,
Read All Reviews
Dibalas Dengan Dusta

Dibalas Dengan Dusta

Sebuah senyuman tersungging di bibirnya. Mendengar itu, Adrian kembali tergelak. Ia menyadari bahwa Kinan tengah berusaha untuk mengubah topik pembicaraan mereka. “Apanya penyair? Aku hanya sesekali menulis puisi buat kebutuhan mading, itu juga diminta tolong biar rubrik itu terisi.” “Tapi dengan begitu, puisimu menjadi satu-satunya puisi yang diperbincangkan seluruh angkatan hingga beberapa tahun. Bahkan tak ada lagi tandingannya.”
103.4K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as puisi politik
Read
+Library
Sistem Aura (Infinity)

Sistem Aura (Infinity)

Tidak diragukan lagi, bahwa para politisi kerap kali mendekatinya untuk suatu bujukan tersendiri. Tapi keluarga Yuan, tak satu pun tertarik terhadap dunia politik. 'Sudah menjadi rahasia umum, politik pada bangsa Selatan-Putih ini penuh intrik, manipulasi dan halusinasi. Mengorbankan modal untuk membeli suara rakyat, untuk menguasai rakyat dengan dalih membantu adalah kejahatan yang paling halus di antara banyaknya kejahatan.'
1019.9K viewsOngoingAdded to Library 735 Times as puisi politik
Show Reviews (6)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Radif
{Untuk sekarang, novel ini ada pula di: Karyakarsa (Dalam Karyakarsa cerita akan lebih eksplisit dan vulgar), Novellife, KBM, dan Goodnovel, (Kwikku) bila terdapat di platform lain, segera hubungi Penulis.}
Read All Reviews
Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Sabun berbusa tapi ia tidak peduli. Kata-katanya canggung, tata bahasanya salah, rimanya tidak jelas, tapi tulus. "Mata Raisa seperti bintang di langit Bandung". Ia tertawa waktu itu, bilang itu puisi paling konyol yang pernah ia dengar. Tapi ia simpan sampai sekarang di laci. Lipat rapi. Seperti artefak dari kehidupan lain. Sekarang satu-satunya puisi yang kau tulis adalah laporan keuangan. Angka dan grafik. Tidak ada ruang untuk perasaan.
18.4K viewsOngoingAdded to Library 479 Times as puisi politik
Read
+Library
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
104.9K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as puisi politik
Show Reviews (45)
Read
+Library
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Read All Reviews
Penakluk Sihir Iblis

Penakluk Sihir Iblis

Ia menggigit bibir bawahnya, menahan kekesalan yang perlahan membakar. "Aiyo! Aku benar-benar tidak paham soal pemerintahan atau politik. Tapi apa yang kau katakan ada benarnya, Lei," katanya sambil mendengus. "Kita yang punya kekuatan, tapi kita pula yang diperbudak. Betapa menyedihkan!"
103.6K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as puisi politik
Read
+Library
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Lalu mendingin sepenuhnya. Awalnya ia bisa menerima jika Wina meniru penampilannya. Ia bisa menerima bahwa Wina mungkin ingin menjadi selir Gara. Itu masih dalam batas politik. Tapi puisi itu? Tentang cinta kedua. Tentang meraih lelaki yang sudah memiliki kekasih. Tentang menawarkan diri lebih baik dari wanita yang pria itu cintai sekarang. Dan dinyanyikan di depan calon Permaisuri Kekaisaran?
9.856.3K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as puisi politik
Show Reviews (18)
Read
+Library
nanadvelyns
Halo, para readers terkasih. Terima kasih banyak. Tanpa kalian dan editorku terkasih pula, Dalia tidak akan tersaji dengan lebih banyak warna. Dengan dukungan kalian pula, penulis berhasil membawa Dalia pada juara satu small writing contest dan menjadi top winner(。ノω\。)♡♡
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Read All Reviews
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.1K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as puisi politik
Read
+Library
Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku

Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku

Lorong-lorong yang dulu dipenuhi senyum netral kini menyimpan tatapan terbuka yang tidak lagi berusaha menyenangkan. Setiap langkah, setiap kunjungan, setiap diam, dibaca sebagai pernyataan politik. Polarisasi itu tidak diumumkan, namun semua orang merasakannya. Ini bukan lagi ketegangan sementara. Ini garis pemisah.
1010.1K viewsCompletedAdded to Library 213 Times as puisi politik
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status