Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CEO Tampan Mencari Istri Salihah

CEO Tampan Mencari Istri Salihah

Akash menoleh sebentar dan menanggapi dengan nada setengah bercanda namun tetap menyindir. "Saya sih gak masalah dengan jalan seperti ini—naik turun, penuh lubang dan bebatuan. Sama aja kayak hidup saya. Tapi saya gak tahu deh kalau petinggi negeri ini sadar, di sini masih ada jalan yang beginian." Innara tergelak. Ia langsung menambahkan caption bernada satire dan mengunggah videonya ke media sosialnya. Tak lupa, dia tag akun resmi pemerintah setempat.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia Sang Penguasa

Istri Rahasia Sang Penguasa

bisik Villeta, suaranya nyaris tak terdengar. Alex tersenyum pahit, matanya menatap lurus ke depan. “Masyarakat hanya mengonsumsi apa yang disajikan di layar ponsel mereka. Narasi tentang kebobrokan pemerintah dan bukti palsu yang melibatkanmu menjadi sasaran empuk.”
690 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
Jatuh dalam Ledakan Cinta

Jatuh dalam Ledakan Cinta

Mereka menguasai dalam setiap jenjang pemerintahan Kekaisaran. Murong Di Qiu sangat optimis pada tindakannya kali ini dapat menghasilkan gonjang – ganjing dalam rakyat. Hasutannya mengenai pemerintahan Kekaisaran yang saat ini dirasa menyulitkan rakyat nampaknya sudah mendapatkan hasil. Banyak protes dan keluhan yang memanas di beberapa daerah, namun bila ditelusuri secara cermat, keluhan itu hanya isapan jempol belaka.
748 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
Aduh Jenderal Tak Tahan

Aduh Jenderal Tak Tahan

"Aku benar-benar tidak bersalah! Ini cuma sebuah teka-teki. Aku sama sekali tidak punya niat seperti itu, kalian sendiri yang menebaknya. Ini adalah fitnah ...." Nabila menyerahkan lentera yang dia menangkan pada pengawal, lalu menyuruh mereka untuk membawanya ke kantor pejabat. Semua orang merasa terkejut saat menyadari hal ini, teka-teki itu terlihat biasa pada awalnya. Tapi jika digabungkan, itu akan menjadi sebuah puisi yang mengkritik istana kekaisaran karena kebodohan dan ketidakmampuannya.
9.84.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155.7K kali sebagai puisi kritik pemerintah
Tampilkan Ulasan (967)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Nama Pena Anar
Hai kak author tersayang, 🫰🏻 ijin. Novel Panas tentang Petarung jalanan yang menaklukan Nyonya Besar Judul.. Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar Mari mampiiir...🫰🏻 aku tunggu ya!!🫰🏻
Baca Semua Ulasan
TRAGEDI 98, PERUBAHAN SEORANG PEMUDA

TRAGEDI 98, PERUBAHAN SEORANG PEMUDA

"Aku memang pengamen jalanan. Kita sama-sama hidup di jalan. Namun aku juga kuliah. Mengamen aku lakukan untuk membiayai kuliah dan menyambung hidupku." "Nama saya Bagaskara," kata Bagas melanjutkan. "Aku ditangkap karena karya puisi dan lagu-laguku yang mengkritik pemerintah. Aku dianggap melakukan subversif. Oleh karenanya aku dijebloskan di penjara ini." Awan, Purwo, serta Ermono yang sedari tadi mengamati Bagas kaget mendengar penjelasannya. "Apakah kamu benar Bagaskara yang terkenal dengan kritikan pedasmu itu?" tanya Purwo. "Aku tidak menyangka kita bertemu di sini."
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

Ia melihat dirinya yang dulu, yang lemah dan dikhianati. "Lihatlah lubang plot ini," ujar Sang Kritikus. "Kau seharusnya mati di sini. Keberhasilanmu setelah ini adalah sebuah kesalahan penulisan. Aku akan menghapus bab ini, dan semua yang terjadi setelahnya akan runtuh."
874 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
The Huntress Trilogy #1 Daughters of Lucifer

The Huntress Trilogy #1 Daughters of Lucifer

Komandan itu mengusap kumisnya dan mengambil sebatang cerutu, lalu menyalakan. “Je me bats sans liens avec l'État (Aku berjuang terlepas dari ikatan negara),” tuturnya. “Le gouvernement considère que tout ce qui arrivera à l'avenir est une fiction. Pas d'attaque de démon et le monde ira bien (Pemerintah menganggap semua yang akan terjadi nanti adalah isapan jempol belaka. Tidak ada serangan iblis dan dunia akan baik-baik saja).” Wajahnya menggambarkan bagaimana dia berjuang sendirian.
9.733.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

Pesan ini, betapapun bengis cara penyampaiannya, terasa benar. “Dia bukan sekadar membunuh,” gumam Kirana, lebih pada dirinya sendiri. “Dia sedang mengirimkan kritik sosial. Ia menghakimi dosa-dosa masyarakat kita satu per satu, dari korupsi politik hingga penindasan gender.” “Dia menjadikan dirinya dewa keadilan yang bengis,” timpal Raka. “Menggunakan lakon wayang sebagai kitab sucinya.”
928 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

“Begini, Kawan. Jika pemerintah memang ingin membasmi komunisme di negara ini, seharusnya yang mereka lakukan adalah mempelajari struktur keorganisasian komunis itu lebih dalam sebelum mengambil tindakan. Bukan semena-mena menangkap orang yang entah benar-benar bersalah atau tidak, dan menyiksanya bagai binatang berpenyakit. Karena bagaimanapun juga, kita ini manusia—atau katakanlah masih berwujud manusia jika kau suka.” “Jangan menakutiku, Pram.” Paramoedya menatap Mardian lekat-lekat. “Tidak, Kawan. Aku bersungguh-sungguh. Kau pikir mengapa mereka menangkapku jika bukan karena khawatir aku menyuarakan pendapatku? Kuberitahu, di masa ini pemerintah lebih takut dengan orang yang memegang pen
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status