Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PAWANG HATI SANG TUAN MUDA

PAWANG HATI SANG TUAN MUDA

Dia kemudian membisikkan lembut, "Kamulah satu-satunya ratu di hatiku hari ini dan selamanya." Rebecca tersipu, membalas lirih, "Dan kamu akan selalu menjadi rajaku." Mereka pun melangkah perlahan, beriringan bersama Azrael dan Ailsa, menuju altar, tempat seorang pastor tua yang ramah telah menunggu. Musik mengalun syahdu, membuat seluruh tamu menahan napas, terpukau oleh momen penuh keajaiban ini.
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai puisi pujaan hati
Baca
+Pustaka
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Happy Reading ***** Jantung Wandra seakan terhenti. Apa yang didengarnya barusan seolah petunjuk yang diberikan Tuhan. Sekaligus sebagai jawaban dari semua semua doa yang telah dia panjatkan. Dia ingin menjadi suami Jelita. Jika benar gadis kecil itu adalah putrinya, maka rencananya semula akan dijalankan.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai puisi pujaan hati
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai puisi pujaan hati
Baca
+Pustaka
SUAMIKU DIAM-DIAM MENIKAHI PUTRIKU

SUAMIKU DIAM-DIAM MENIKAHI PUTRIKU

Sontak dia menatap gadis kecil yang telah menguasai relung hatinya. "Mama Yulis, puisi ini kupersembahkan untuk Mama," ucap gadis kecil itu sebelum memulai aksinya. Muti pun mulai membaca puisi dengan penuh percaya diri sambil sesekali menatap Yulis, wanita yang telah memberinya cinta tulus, walaupun bukan yang melahirkannya. Untukmu Mama Kini usiamu tak lagi muda Garis tipis di kening perlahan menjelma
15.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 453 kali sebagai puisi pujaan hati
Baca
+Pustaka
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

Pada wujud ketampanan yang begitu ku nantikan Dan, Kaki ini bagai dua pasang kehampaan Lirih perih tersayat pedih yang kau goreskan Tanpa kau pedulikan rasa yang kau abaikan Dan, Kaulah kesemuan yang berpangku dalam nyanyian malam Sejenak syair memujanggakan rasa bersemi dalam luluhnya cinta yang bergeming menjauh pergi. Hati tak bisa dipungkiri dan hati tak dapat dibohongi. Terluka begitu saja, ketika pada suatu waktu, pujaanku tertusuk duri sembilu. Sakit itu ada padaku, meski rasa yang ku lihat hanyalah sebuah luka yang Tuhan beri pada seseorang yang tengah berdiri di hadapanku. Hati ini hancur, bagai dinding yang runtuh berkeping. Sukma mengadu pada lagu-lagu yang menjatuhkanku. Lirih pe
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai puisi pujaan hati
Baca
+Pustaka
Istri Bayangan Sang Miliarder

Istri Bayangan Sang Miliarder

Sebuah notifikasi masuk ke ponselnya yang baru saja ia aktifkan. @serunimenulis menyukai salah satu unggahan lamamu. Hati Juan tersentak. Dengan cepat, ia membuka profil itu dan mulai menelusuri. Unggahan lama, puisi-puisi sederhana. Di antara banyak unggahan, satu puisi mencuri perhatiannya. "Jika hatiku adalah rumah, maka ada satu pintu yang hanya kau miliki kuncinya." Juan tersenyum. "Meski, aku tak yakin kau pernah tahu."
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai puisi pujaan hati
Baca
+Pustaka
Dua Hati Satu Cinta

Dua Hati Satu Cinta

Bab 01. Penghianatan "Hai sayang, kamu ada dimana. Lama banget sih!" sahutku kesal. Aku Vania gadis cantik dari desa Sebong Lagoi. Aku memiliki paras wajah yang lumayan cantik dan berlesung pipi. Kekesalan yang kurasakan saat ini ya menunggu. Satu jam ditunggu tidak juga muncul. Gilang, ya pacarku itu kalau sudah buat janji susah sekali untuk menepati. Kalau gak telat, ya lupa. Terkadang membuatku jengah. Aku mencintainya karena kepribadiannya yang sopan dan gak neko-neko sih jadi cowok.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai puisi pujaan hati
Baca
+Pustaka
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

“Aku Ingin, karya Sapardi Djoko Damono Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada,” Suara Garda membuat suasana kelas sunyi senyap, para penghuni kelas memekik dan tersenyum tertahan. “Bagus sekali Garda! Pembacaanmu seperti dari hati! Penjiwaan kamu baik sekali!” puji Bu Sri dan Garda mendapat tepukan dari teman sekelasnya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai puisi pujaan hati
Baca
+Pustaka
Regresi Garwa Padmi: Dinginnya Dendam Sedap Malam

Regresi Garwa Padmi: Dinginnya Dendam Sedap Malam

"Lima tahun. Belum bersinar Cahaya Sukma, dan Dyah Bindani ... datang untuk menghidupkannya. Ya Hyang Widhi, peluklah hatiku yang sedang bersedih." Puspa terdiam. Ia menangkat tatapannya ke arah jendela yang menampilkan gerimis sore hari. Tulisan ini sama indahnya dengan rangkaian kata yang dipilih Dayita. "Hanuban semua berujar, anaknya bisa menjadi milikmu, rahimnya hanya dipinjam. Sungguh ... itu hanya membuat hatiku semakin kencang diikat rantai berduri."
10492 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai puisi pujaan hati
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mungkin cinta ini masih rapuh, Namun ia tumbuh dengan perlahan, Seperti senja yang memeluk malam, Menyatukan dua hati dalam kehangatan. Langit, ku titipkan harapan di sini, Di setiap baris puisi ini, Semoga suatu hari kau mengerti, Betapa dalam cintaku ini. — Senja
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai puisi pujaan hati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status