Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

REDAM Oleh: Pesona Senja Aku pernah menggenggam api, perlahan membakar diri sendiri Aku pernah menggenggam air, lupa bahwa tak mungkin Aku pernah melukis bayang, makin kecil lalu hilang Aku pernah tulus mencinta, tanpa tau arah menyerah Apa kau peduli? Tidak! Kamu pernah menggapi bulan, untuk pintaku
106.0K viewsCompletedAdded to Library 211 Times as puisi ramadhan yang sedih
Read
+Library
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

Jeritan tangkai yang melepuh mulai tak terdengar, entah karena suara itu mengecil dan hilang karena vita suara yang telah rusak, atau suara yang mulai enggan bermain cantik dengan musuh dedaunan. Seperti sebuah bendera yang berkibar setengah tiang, tunduknya kepala mulai rapuh menjepit air mata yang siap berjatuhan. Tersirat kesedihan dalam dinding harapan tentang cantiknya purnama yang selalu dalam tulisan. Terkubur dalam debu kerinduan, kehangatan itu perlahan hilang seiring tumbuhnya tangkai kepalsuan. Dunia seperti mati setelah datangnya jiwa yang kan pergi.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as puisi ramadhan yang sedih
Read
+Library
Aira's

Aira's

Terserat dalam jalang tak berujung dan Tenggelam di tengah lautan tak bertepi Dingin dan sunyinya malam selalu menyudutkan dalam tangis Manis pahitnya hidup membuatku bimbang dan resah Aku benar-benar terpuruk dalam keterpurukan yang panjang Kesedihan memenuhi setiap anganku Bait ketiga air mata Aira luruh tak terduga. Nyaris bersamaan dengan hati yang kepalang sakit mengingat setiap masa akan lara. Mungkin bagi manusia biasa puisi hanya sebagai siloka semata, tak bermakna apa-apa hanya sebagai retoris belaka. Pikiranku dipenuhi dengan awan mendung yang gelap Semakin lama semakin kuingin menjauh, pergi dan lari
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 544 Times as puisi ramadhan yang sedih
Read
+Library
Si Tomboy Hanny dan ayam

Si Tomboy Hanny dan ayam

Aku mengakhiri obrolan kami. "W*'alaikum salam." Tuut Suara telpon ditutup. Aku mengambil pena dan menuliskan puisi. Seketika aku mengingat wajah Jamal. Untukmu Hati Aku disini Merasa sangat sendiri Hidup tanpamu tiada arti Malam Sampaikan padanya Hariku akan kelam Bila hariku tanpa dia Bulan Sapa dia Sampaikan perasaan Kini Gundah gulana
102.6K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as puisi ramadhan yang sedih
Read
+Library
MELEPAS BENALU

MELEPAS BENALU

Sok bawain makanan yang banyak ya, Bu ibuk. Selamat menunaikan Ibadah puasa. Mohon maaf jika aku ada kesalahan ya. Bantu subcribe cerita Ramadhanku ya, yang berjudul Hidayah Dibulan Suci. Salam hangat 🤗🤗
9.4197.6K viewsCompletedAdded to Library 6.7K Times as puisi ramadhan yang sedih
Read
+Library
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

"Yaa Allah, ampuni hamba. Hamba tahu ujian ini belum seberapa bila dibanding saudara-saudaraku di bumi lain. Mereka tak hanya kehilangan harta benda. Bahkan orang-orang yang mereka sayang juga jiwa teranvam setiap saat. Ampuni hamba yang mudah putus asa menghadapi secuil ujian ini. Astaghfirullahal 'adziim. Astaghfirullahal 'adziim. Astaghfirullahal 'adziim. Innallaha ghafururrahiim." Kumandang azan magrib menyadarkan Diana dari kubangan sesal yang mendera. Ia bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lalu menunaikan kewajibannya. Tak ada sedikitpun niat untuk turun membantu para tetangga yang masih sibuk menyiapkan acara besok pagi. Tubuh dan pikirannya sangat lelah. Setelah mengha
1094.5K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as puisi ramadhan yang sedih
Read
+Library
Qolbu Quddus

Qolbu Quddus

Safira melangkah pergi diiringi pukulan keras dimeja Davina, dan bantingan pintu. Safira keluar dengan perasaan kesal bercampur sedih. Tiba-Tiba dia merasa menjadi manusia yang paling lemah didunia. Dia ingin sekali menangis meluapkan semua rasa sedih dihatinya. Namun airmatanya tidak mampu keluar walau hanya setetes. Telah hancur semua cita dan harapan. Impianku telah musnah begitu saja, musnah di akibatkan tahtha, harta, dan aku tidak berpunya. Safira Ramadhani. ***
106.6K viewsOngoingAdded to Library 231 Times as puisi ramadhan yang sedih
Read
+Library
Tinggal Seatap dengan Maduku

Tinggal Seatap dengan Maduku

Ucapku mengakhiri sambungan telepon kami. Kuhela napas panjang. Ramadhan telah berlalu dengan hari-hari yang panjang dan melelahkan. Kesepian sudah menjadi teman yang menemani setiap hari. Hanya kesibukan di klinik yang bisa menjadi pelipur lara hatiku. Sesekali aku menangis meratapi nasib yang entah bagaimana ujungnya, "Astaghfirullah, aku tidak menyangkal takdir Allah." Ucapku dalam kesendirianku.
109.6K viewsOngoingAdded to Library 192 Times as puisi ramadhan yang sedih
Read
+Library
Ternyata Suami Mendua Ketika Kami Tak Bersama

Ternyata Suami Mendua Ketika Kami Tak Bersama

Alya mengangguk seraya mengusap butir-butir bening yang berlinang di pipi. "Dia sedang marah, jadi biarkan dulu kemarahannya reda. Kalau kau berusaha mengejarnya di saat begini, dia akan makin tambah marah. Biar dia merenung dulu. Lama-lama dia juga menyesali keputusan yang sudah diambilnya. Bapak yakin si Ramdan tidak akan tenang hidupnya." *** Ramdan merebahkan dirinya di atas tempat tidur, menatap langit-langit kamar, pikirannya menerawang jauh. Ia benar-benar sudah kehilangan keluarganya. Hancur.
10139.3K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as puisi ramadhan yang sedih
Read
+Library
Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Pov Jibran *** Sekarang aku bagaikan gumpalan debu. Seolah hanya dirinya yang mampu merangkai kembali ragaku. Aku menjadi begitu rapuh Tanpanya, hatiku tak lagi utuh. *** "Sadaqallahul 'Adzim ...."
8.0K viewsOngoingAdded to Library 262 Times as puisi ramadhan yang sedih
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status