Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Pria bertelanjang dada itu berjalan menembus kegelapan malam bagaikan pemenang perang yang baru saja menaklukkan markas musuh. Di dalam posko bobrok itu, Rasti ditinggal sendirian dalam kondisi sange berat yang tidak bisa tertahankan lagi. Cairan gairahnya masih terus merembes membasahi celana dalamnya yang kini bercampur air seni Bahar. Wanita itu cuma bisa menggigit bibir meratapi nasib apesnya ditolak mentah-mentah sama sang mantan kekasih. "Dek Rasti, tolongin abang dong..." Bahar mengerang super lemah dari lantai sambil memegangi tangannya yang remuk parah.
10.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai puisi ramadhan
Baca
+Pustaka
Rindu Yang Terpendam

Rindu Yang Terpendam

"Oh ia tan... Tring... Tring... Belum selesai Ria berbicara tiba-tiba ponsel di saku celananya berbunyi, pertanda ada sebuah pesan yang masuk. Segera ia melihatnya, takut pesan itu dari dosen pembimbingnya namun ternyata dugaannya salah. Sebuah pesan singkat dari nomor yang tidak di kenal membuat Ria gemetar saat melihatnya. Bagaimana ia tidak gemetar, jika pesan itu berisi foto saat ia sedang tertidur bersama dengan kekasihnya hanya tertutup selimut tanpa menggunakan sehelai benang pun dan foto itu hanya mereka berdua yang tahu.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai puisi ramadhan
Baca
+Pustaka
Bayi Telantar di Rumah Sakit

Bayi Telantar di Rumah Sakit

Bab 12 Kehangatan Sebuah Keluarga Bulan Ramadan kali ini terasa berbeda bagi Meidina karena ini untuk pertama kalinya ia menjalankan ibadah puasa tanpa ditemani suami tercinta. Setiap mengingat kepergian sang suami, dadanya masih terasa sesak. Ia sangat merindukan Firman. Hari-hari dilaluinya dengan berat. Hanya kepada Sang Pencipta ia menyandarkan hidupnya melalui doa-doa yang senantiasa ia panjatkan.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai puisi ramadhan
Baca
+Pustaka
Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp

Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp

Zahwa tidak merespon lagi ucapanku, karena MC acara sudah mempersilahkan seorang Qari untuk melantunkan ayat suci terlebih dahulu. Surat Ar-Rum ayat 21 dilantunkan dengan suara yang menembus kalbu. Irama dan keindahan ayat Al Qur'an, merasuk pada rongga-rongga hati. Memberikan kedamaian pada siapa saja yang mendengarkannya. Tak ketinggalan, terjemahnya dibacakan, agar setiap insan yang mendengar lebih meresapi makna ayat tersebut.
10131.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai puisi ramadhan
Baca
+Pustaka
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.760.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai puisi ramadhan
Baca
+Pustaka
Gagal Jadi Maduku, Dia Jadi Iparku

Gagal Jadi Maduku, Dia Jadi Iparku

AKU MELIHAT CINTA DI MATAMU! "Allah, alangkah nikmatnya suasana ini. Ramadhan di Tarim dengan membakar wewangian dan berdzikir kepada-Mu. Allah ya Robb, pantaskah aku menikah dengannya? Jika boleh meminta jodohkan aku dengan Mulki ya Robb, aku sungguh mencintainya," gumam Gendhis.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai puisi ramadhan
Baca
+Pustaka
Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma

Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma

Tangannya gemetar. “Ya Rabb, kenapa di akhir Ramadan seperti ini? Saat aku paling ingin menjaga hati…” Ia duduk di pinggir ranjang, membuka mushaf yang selalu ia simpan di laci. Surah Yusuf. Ia membacanya dengan perlahan, ayat demi ayat, terutama bagian ketika Nabi Yusuf diuji godaan Zulaikha. Ayat itu kini berbicara langsung padanya:
778 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai puisi ramadhan
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Teman lama berpamitan pergi, saat terlihat kembang api di langit bulan Maret. Layar perahu jauh lenyap di langit biru, hanya terlihat sungai yang mengalir." "Cahaya bulan terang di depan tempat tidur, terlihat seperti embun di tanah. Mengangkat kepala memandang bulan, menundukkan kepala merindukan kampung halaman." Saat Wira membacakan tiga puisi itu, para sastrawan dan penyair yang berada di depan langsung terdiam. Mata mereka membelalak dan terhanyut dalam gambaran dari puisinya. Setiap puisi yang dibacanya adalah puisi yang sangat terkenal, benar-benar luar biasa. Bahkan pemuda yang tadi menuduhnya melakukan kecurangan pun perlahan-lahan terhanyut dalam keindahan puisinya.
96.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209.1K kali sebagai puisi ramadhan
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah Takkan diriku jengah Berharap semua 'kan indah Selesai menulis Raya kembali berbaring. Perasaannya mulai kacau. Ia kembali terbayang wajah tuan muda. Sejurus kemudian pintu kamar kembali terbuka. Seorang teman dengan napas terengah memintanya bersiap dan segera keluar kamar untuk mengikuti lomba berpuisi. Raya sangat bingung, tetapi belum sempat bertanya gadis itu telah berlalu.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai puisi ramadhan
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Sekian lama aku merindukannya, baru kini dipertemukan kembali. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." "Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." "Para hadirin yang dirahmati Allah. Puji syukur kita masih dipertemukan pada bulan suci ramadan kembali. Bulan penuh nikmat dan ampunan, di mana semua dosa-dosa diampuni dan dipermudahkan jalannya. Seperti bayi yang suci baru lahir."
9.4121.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai puisi ramadhan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status