Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja

paksa Laura. "Iya!" Tegas Davindra yang langsung berdiri. "Sampai kapanpun, aku tetap mencintainya dan tidak akan ada yang bisa menggantikannya dengan siapapun. Termasuk kau! Kau tidak akan bisa dan tidak akan pernah bisa menjadi Kirana, meskipun kau berusaha untuk menjadi dirinya dan menjadi penggantinya." Davindra meninggalkan Laura dengan keadaan marah. "Davi! Kamu mau kemana? Kita belum selesai," seru Laura saat melihat Davindra meninggalkannya. "Aku akan buat perhitungan denganmu, Kirana," gumam Laura sembari mengepal tangannya.
109.9K viewsOngoingAdded to Library 317 Times as puisi rendra
Read
+Library
BERTEMU RINDU

BERTEMU RINDU

Dian menolehkan kepalanya dan tersenyum "Jelas. Kak Andra dan Kak Dimas hebat. Aku mau punya banyak piala seperti Kak Andra", jawab Dian tulus. "Lihat Kak, aku menggambar tadi sambil nunggu Kak Andra", kata Dian menunjukkan gambar pemandangan yang biasa digambar anak SD, tetapi terlihat berbeda karena di gambar itu ada keluarga yang lengkap sedang berbahagia di sebuah taman. Andra memperhatikan gambar itu membuat suasana hatinya semakin sendu.
102.8K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as puisi rendra
Read
+Library
Pesona Sang Peri

Pesona Sang Peri

“Aku pernah membacanya di buku. Bukankah negeri itu milik .... Maaf, aku lupa namanya.” “Aku tak tahu di bukumu tertera nama siapa, tetapi bangsa kami menyebutnya Haidir. Dia malaikat. Dia penguasa negeri abadi. Letaknya di seberang lautan. Dia mengundang bangsa peri untuk hidup abadi di sana. Saat ke sana, semua sisi gelap kami harus dibuang. Dan, mereka yang berhasil ke sana disebut peri yang dilimpahi cahaya. Namun, ketika mencoba melawan sisi gelap itu, ada kalanya kami kalah. Peri yang telah dikalahkan oleh sisi gelap disebut peri kegelapan. Mereka tidak bisa menyeberang ke negeri abadi. Mereka masih di sini. Dan, merekalah yang kau kenal sebagai peri yang memperbudak manusia.”
109.1K viewsCompletedAdded to Library 237 Times as puisi rendra
Read
+Library
Belang si Janda Kembang

Belang si Janda Kembang

Janji Een. Een mengantarkan Ade sampai gadis itu naik angkutan kota yang menuju rumahnya, separuh jalan hujan turun dengan deras. Dari mulut gank Ade berjalan menerobos hujan menuju rumahnya, air matanya jatuh sederas hujan yang turun. Perasaan menyesal, dan kecewa memenuhi jiwanya. Sakit hati karena Yuda menghindarinya, mengalahkan sakit cubitan mama tiri yang murka mendapati Ade menyelinap keluar rumah malam-malam.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as puisi rendra
Read
+Library
Mempelai yang Tak Diharapkan

Mempelai yang Tak Diharapkan

Tak ketinggalan ekspresi jijiknya yang seketika membuat Sandra tertegun. "Apa kamu sebodoh itu? Belum juga mengerti." Rendra berkacak pinggang. "Harus kuperjelas, semua yang aku katakan itu bohong. Aku tidak akan pernah membun*h Tari, karena dia satu-satunya wanita yang aku cintai." "Lalu aku?" Sandra melangkah maju, mencoba meraih tangan Rendra dan menggenggamnya erat. "Aku sudah sudah mengorbankan segalanya untukmu, teganya kamu mengkhianatiku."
9.7907.4K viewsCompletedAdded to Library 21.8K Times as puisi rendra
Show Reviews (86)
Read
+Library
iva dinata
Author mengucapkan, terima kasih untuk semua pembaca yang sudah memberi respon baik untuk cerita ini. Terima kasih untuk semua komentar, juga untuk semua saran dan kritik. Author mengucapkan banyak terima kasih. Sampai jumpa di cerita berikutnya. I love you All, my reader's.
Agus Irawan
Hai kak mampir ke karyaku juga. judul" Dari Tunangan Pura-pura, jadi Istri Kesayangan Sang Tuan. pena" Agus Irawan Sinopsis " Hana rela menjadi tunangan palsu seorang pengusaha muda demi menyelamatkan nyawa ibunya. Hanya saja, Abian, pria dingin yang masih terpaku pada cinta lamanya.
Read All Reviews
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

Tak menunggu lama, datang balasan dari nomor Rendra, dengan keponya, para kaum hawa yang labil di ruangan ini segera mengerubungi Nindy. “Diam di tempat! Gerah tahu, kalian rubungi gitu. Nih tak bacain Loud!” Ujar Nindy. “MashaAllah! Cantik sekali ciptaanMU ini! Seperti bidadari yang turun dari langit. Sumpah! Kau membuatku terpesona.” Nindy membacakan penuh semangat. “Fix! Bukan Rendra itu.” Sahutku begitu mendengar pesan yang dibacakan Nindy. Mereka pun mengangguk angguk tanda setuju.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as puisi rendra
Read
+Library
Cinta yang Telah Kandas

Cinta yang Telah Kandas

Aku menjulurkan tangan untuk menghalangi cahaya yang silau. Kehidupan manusia dipenuhi dendam dan kebencian. Namun, kini semua itu telah berlalu. Meskipun aku tidak punya keluarga, meskipun aku mengalami banyak rintangan, aku berhasil melewati semuanya sendirian. Habis gelap, terbitlah terang.
11.1K viewsOngoingAdded to Library 311 Times as puisi rendra
Read
+Library
Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman

Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman

RAUNGAN PENDERITAAN Malam di gunung belakang kediaman keluarga Ye terasa begitu sunyi, hanya suara angin yang berdesir di antara pepohonan. Langit dipenuhi awan kelam yang menyembunyikan cahaya bulan. Di dalam kediaman sederhana yang menjadi tempatnya ditahan, Jung Jinsi duduk bersimpuh di lantai, bahunya berguncang hebat.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as puisi rendra
Read
+Library
Man of Love

Man of Love

Lita membelalakkan matanya mendengar kalimat Rendra “Aku lihat kamu, kenapa penasaran? Mau coba?” “Percaya diri sekali dan kaya nggak ada tempat aja.” Lita berkata sarkas. “Bagaimana tidak percaya diri karena kamu beberapa kali berhenti dan melihat apa yang aku lakukan, kemarin kamu bersama teman dan beberapa kali menarik agar tidak melihatnya. Jadi apa salah percaya diri? Apa yang kamu lakukan terlihat sangat jelas dan satu lagi kita di Bali pastinya lebih bebas melakukan sesuatu ditambah tempat ini sangat jauh dari keramaian,” jawab Rendra dengan secara detail.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as puisi rendra
Read
+Library
Pesona Sang Penakluk

Pesona Sang Penakluk

"I-ini?" Para pemburu itu tercengang begitu melihat keranjang Rama yang penuh dengan kelinci dan ayam hutan. Terutama Pandu yang barusan meremehkan Rama. Dia malu hingga tidak bisa berkata-kata. Terlebih hari ini dia tidak berhasil mendapatkan hewan buruan sama sekali. Melihat ekspresi syok di wajah orang-orang itu, Rama berkata dengan sedikit bangga. "Sudah lihat? Selama ini aku cuma nggak mau kerja, bukannya nggak punya bakat!"
2.3K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as puisi rendra
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status