Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Setiap sentuhan Rendra adalah warna, setiap kecupan adalah goresan kuas yang menciptakan mahakarya bernama cinta. Di keheningan apartemen itu, hanya ada suara napas yang saling memburu, desahan yang tak tertahan, dan bisikan-bisikan nama yang keluar tanpa sadar. Rendra menyusuri punggung Dara dengan bibirnya, sementara jemarinya terus memainkan senandung di dua puncak yang berdiri tegak bagaikan puncak gunung di pagi hari.
1036.2K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as puisi w.s rendra pendek
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.8K viewsCompletedAdded to Library 246 Times as puisi w.s rendra pendek
Read
+Library
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Kenzo-pun berkata layaknya puisi. "Wah Kenzo, aku tidak menyangka, sajak puisimu begitu menyentuh jiwa." ejek Leon sambil tertawa. "Jaga dia, dia gadis yang baik. Jangan pernah sakiti dan kecewakan dia, bahkan sampai membuatnya menangis," kata Kenzo sambil mwmbaca bukunya.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as puisi w.s rendra pendek
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

HUJAN SENDU Oleh: Pesona Senja Ada bilur serupa gores kenangan Pada tetes-tetes hujan sore Lagi dan lagi tetes menetes pada netra Bilur membilur dalam dada Mendung mengundang hujan Hujan merayu pendar cahaya jadi pelangi Tentu saja bisa! Tapi tak selalu, rintik hujan berbuah pelangi Harap tekat padamu juga padaku
106.1K viewsCompletedAdded to Library 196 Times as puisi w.s rendra pendek
Read
+Library
Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati

Semua hanya sandiwara. Keisha beranjak, memasukkan diary ke dalam tas. "Apa lagi ya?" gumamnya, memastikan tak ada barang yang tertinggal. Ting! Pesan dari Rendra masuk. Mas Rendra ku: Saya nggak pulang malam ini. Keisha tersenyum getir. "Gue sedekahin lo buat Nara, Mas. Mau kalian ngamar sampai anu lo keriput juga, gue nggak peduli."
81.1K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as puisi w.s rendra pendek
Read
+Library
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

"Semua itu nggak akan pernah bisa kamu berikan." Rangga terhuyung mundur beberapa langkah, seolah-olah seluruh kekuatannya baru saja direnggut paksa dari tubuhnya. Binar cahaya di matanya perlahan-lahan meredup, lalu padam. "Lintang," gumamnya lirih. "Hubungan kita selama bertahun-tahun ini, apa kamu benar-benar nggak merindukannya sedikit pun?"
2.2K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as puisi w.s rendra pendek
Read
+Library
Danuranda (Pendekar Nusantara)

Danuranda (Pendekar Nusantara)

Lindu Sewu Sedetik kemudian bumi bergoncang dengan hebat dan tanah bergetar dan pasak bumi seakan bergoyang dengan cepat. "Lindu Sewu, akan ku atasi," pria bertopeng itu merapalkan sebuah mantra. Beberapa saat kemudian tubuh pria bertopeng itu melayang di atas tanah satu meter. Goncangan dan getaran sudah tidak terasa lagi untuk pria bertopeng itu. "Dia bisa terbang!!" Danuranda tersentak kaget melihat lawannya kali ini dapat melayang di udara. Danuranda kembali menarik pedangnya dengan cepat. Ia kembali menyerang pria bertopeng yang melayang di udara itu.
9.95.8K viewsOngoingAdded to Library 167 Times as puisi w.s rendra pendek
Read
+Library
Sekuntum Rindu

Sekuntum Rindu

Di suatu sore, di sebuah kawasan perumahan mewah di Bukit Kendal Asri suasana nampak tenang dan nyaman. Dari balkon rumah Pak Abdi pemandangan sungguh nampak elok, dimana Gunung Ungaran, Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan Gunung Andong terpapar dengan jelas. Nando yang sedang menghadap kopi panas dan kue coklat kesukaannya tengah berbincang dengan Ibu dan Ayahnya. Di sekitar tempatnya duduk terdapat susunan pot yang berisi bunga matahari. Nando tersenyum, 'biarpun aku tak disini selama empat tahun namun bunga ini tetap mekar. Ah! bunga kenangan yang mempesona. Nayla, bunga ini ibarat dirimu, walaupun tidak dalam jangkauan mata namun tetap ada dalam ingatan'. Kopi yang terletak dihadapan pun i
102.4K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as puisi w.s rendra pendek
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.6K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as puisi w.s rendra pendek
Read
+Library
Ketika Istri Berubah cantik

Ketika Istri Berubah cantik

Putusan pengadilan Langit cerah, tetapi tidak terik. Awan putih terlihat tertengger jauh di atas sana. Dedaunan nyiur melambai-lambai tertiup angin. Semua menjadi satu padu menciptakan kedamaian untuk Rendra. Sejenak, suasana tentram ini membuat Reindra melupakan kesedihan yang mendera jiwanya.
1065.7K viewsOngoingAdded to Library 2.4K Times as puisi w.s rendra pendek
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status