Cinta di Antara Sawah
Di, ini buat loe, pikirnya, ingat tawa mereka di popokan.
Pak Wijaya berdiri, wajahnya merah padam. “Loe lawan bapak demi anak petani?” tanyanya, suaranya menggelegar. Rendra, loe terlalu jauh, pikirnya. Rendra menggeleng, matanya tegas meski hatinya hancur. “Gue pilih kebenaran, bukan loe,” katanya, suaranya keras. Mbak Sari, Di, ini buat kalian, pikirnya, ingat janji mereka di bawah pohon beringin.
Hot Chapters