Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Pendekar

Sang Pendekar

kata Belung penuh rasa penasaran. "Di depan sana ada sabana yang luas dengan rumput hijau dan bunga-bunga yang bermekaran di setiap malam!" kata Panglima Kondara yang terus membawa keempat prajuritnya itu, berjalan bersamanya menuju sabana yang menjadi tempat tujuannya. "Apakah kau mengetahuinya. Bukankah ini pertama kali Raden berada di tempat ini?" timpal Riwanda ikut bertanya.
9.9166.3K viewsCompletedAdded to Library 4.5K Times as puisi rendra
Show Reviews (150)
Read
+Library
CahyaGumilar79
Terima kasih untuk semuanya yang sudah mampir di cerita ini. Buat Reader semua yang suka dengan karyaku, kalian bisa mampir juga ke cerita lainnya. Pandu Kesatria Genda Yaksa, Wanara, Sang Pendekar Season 2. Segala bentuk dukungan dari kalian sangat berarti buat aku sebagai penulis. Terima kasih...
Zhu Phi
Kalau berkenan mampir ya kak Cahya di Ksatria Naga Phoenix Ditunggu review-nya dan sarannya Terima Kasih Numpang promote juga ya Kisah ini bersetting kerajaan, persilatan, fantasi, serta misteri yang tidak terpecahkan
Read All Reviews
Goodbye School

Goodbye School

Membiarkan tubuhnya diterpa angin kencang yang mengibarkan rambut panjangnya yang terurai bebas. Rendra terus mencoba untuk mendapatkan respon dari Ayra. Lelaki itu kini meraih kedua pundak Ayra tanpa memiliki rasa takut sedikitpun. Ia memutar tubuh Ayra agar berhadapan dengannya. “Ayra, kamu tahu ‘kan kalau cintaku ke kamu begitu besar? Kamu paham itu, ‘kan?” lontar Rendra. “Ayra, aku sangat mencintaimu. Aku nggak mau melihatmu bersama laki-laki lain.”
1023.1K viewsCompletedAdded to Library 692 Times as puisi rendra
Read
+Library
Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan

Aira tertawa renyah memperhatikan ekspresi Brandon yang lucu. "Hanya empat orang saja yang berwajah sangat tampan dengan fisik sempurna di gedung ini. Salah satunya adalah aku," jawab Brandon percaya diri, membuat Aira tertawa geli. "Dua lagi adalah Hugh dan Samuel," imbuh pria jangkung itu. "Satu lagi siapa? Katamu tadi ada empat?" cecar Aira penasaran. "Yang terakhir, tentu saja pemimpin redaksi kita. Tuan Manggala Naradipta. Dia pemenangnya," jawab Brandon yakin.
1016.1K viewsCompletedAdded to Library 563 Times as puisi rendra
Read
+Library
Rendang Basi Dari Mertua

Rendang Basi Dari Mertua

Baru juga dibuka, aroma aneh menyeruak begitu saja. “Kenapa aroma rendang ini begini?” Batin Sifa. “Wah! Banyak sekali rendangnya! Risa boleh cicip, Bu?” Hati semakin kecewa karena harapan Risa tidak sesuai kenyataan. Sifa memastikan rendang yang dibawanya masih layak dimakan. Usai mencicipi sedikit bumbu rendang itu, Sifa merasa ada rasa yang aneh. Rendang tersebut ternyata sudah basi.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 122 Times as puisi rendra
Read
+Library
YOU COMPLETED ME

YOU COMPLETED ME

Rendra tertawa. “Apa hakmu melarangku mendekati Isha? Kamu tahu, dia gadis istimewa. Dia cantik, imut, dan yang pasti dia garang seperti singa lapar. Kamu tahu, kan, bagaimana indahnya perempuan seperti ini? Ah, ya. Tentu saja kamu tak akan tahu bagaimana asyiknya memiliki teman wanita karena kamu tak pernah memiliki teman wanita. Kamu memang jago pelajaran Malik, tapi urusan perempuan? Kamu begini!” ejek Rendra sambil menunjukkan jempolnya yang dibalik ke bawah. Tentu saja Rendra dengan nada mengejek karena dia tahu bahwa Malik bukan laki-laki yang mengenal perempuan dengan baik.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as puisi rendra
Read
+Library
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Wajah pria itu tampak makin lesu dan putus asa. Tiba-tiba pintu ruang rawat didorong terbuka dengan kasar, Chika dan Bu Reni menerobos masuk dengan penuh amarah. "Dasar anak jalang, beraninya kamu bicara sembarangan di internet! Aku pukuli kamu sampai mati! Harusnya dulu aku nggak usah lahirin anak pembawa sial kayak kamu." Bu Reni mengangkat tangannya hendak menamparku.
12.5K viewsCompletedAdded to Library 374 Times as puisi rendra
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Ego kesombongannya sebagai betina metropolis yang pernah merendahkan pemuda kampung ini kini lebur menjadi debu tak berharga. Hancur telak di bawah dominasi mutlak sang predator pembelah rimba, liang hangat itu menerima hukuman tanpa henti. "Maafin gue, Ar... gue nyesel banget... ahh... gue emang murahan pantes diginiin sama lo... jorokin terus ke dalem... ahh..." isak Rasti menempelkan pipinya pasrah di atas serpihan kayu kotor.
10.2K viewsOngoingAdded to Library 295 Times as puisi rendra
Read
+Library
Tak Lagi Berharap

Tak Lagi Berharap

Aku mengetuk pelan buku harian itu dengan jari, lalu berkata, "Kalau begitu, tulis saja di atasnya." Rendra terkejut. Dia ragu sejenak, lalu mengangkat pena dan menulis empat kata: [Rendra nggak mencintai Citra.] Setelah menulis, dia menatapku dengan kejam. "Kalau kamu belum puas, aku bisa menulisnya dua kali lagi," ucap Rendra. Sebelum aku menjawab, dia menuliskan kalimat yang sama lagi. Aku menatap buku harian itu, tidak ada yang muncul di sana.
5.6K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as puisi rendra
Read
+Library
Jarak Rindu

Jarak Rindu

“Itu sudah cukup.” “Godaan itu ada,” akunya. “Tapi aku takut masuk penjara.” Reza tersenyum kecil. “Good. Berarti logika kamu masih jalan. Tangan kamu gimana?” “Fine, I guess. Sedikit pegel, tapi baik-baik aja.” Reza mengangguk. Nandini menghampiri mereka sebelum keluar. “Naya,” panggilnya. Naya menoleh. “Ya?”
10743 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as puisi rendra
Read
+Library
Satu Malam Panas Dengan Adik Iparku

Satu Malam Panas Dengan Adik Iparku

"Rendra." ___
102.2K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as puisi rendra
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status