Di Ujung Senja
desis Andaru lirih.
“Sebelumnya mohon maaf, Bang. Mohon maaf banget, tapi aku nggak bisa. Aku nggak mau nyakitin kamu, karena jujur perasaan itu sama sekali tidak ada di hati aku, Bang. Dan satu lagi, Abang pantas dapat wanita yang lebih baik dari aku. Yang terbaik untuk menjadi isteri sekaligus ibu dari anak-anak Abang kelak, dan itu bukan aku!” jawab Redita dengan linangan air mata.