Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KALA TANTE JANDA BERTEMU DUDA MUDA

KALA TANTE JANDA BERTEMU DUDA MUDA

Reinaldo membawa kembali tunangannya ke daratan sebelum ia terlalu lelah. "Aku merasa seperti di film romantis," kata Senja, tersenyum lebar. Reinaldo tertawa kecil dan mencium pipi Senja. "Kamu memang ratu romansa, Senja," goda Reinaldo. Senja mencubit lengan Reinaldo, tapi kemudian tertawa dan memeluknya erat.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai puisi senja romantis
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Ia merapal lirih mantra kuno yang tertulis di serpihan Naskah Sanghyang Karesian: “Layung nu jadi jembatan, sang waktu nu ngadadarkeun rasa.” (Senja adalah jembatan, waktu yang menyingkap rasa.) Ketika kalimat terakhir keluar dari bibirnya, bumi di bawahnya bergetar halus. Udara berubah menjadi cahaya keperakan. Daun-daun berputar seperti tersedot pusaran lembut, lalu seketika, di hadapannya, kabut membentuk sosok yang ia kenal: Ratu Rahayu Pajajaran.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai puisi senja romantis
Baca
+Pustaka
TANGISAN CINTA

TANGISAN CINTA

Laura langsung menangis usai mendengar Siddarth membacakan puisi yang pernah Romeo kirim padanya setelah dia di sakiti oleh Cruz. Siddarth sengaja membacakan puisi tersebut untuk Laura, agar Laura sadar jika dia tidak boleh larut dalam kesedihannya, sebab Romeo merindukannya bukan ingin melihatnya menangis. "Sudah! Kamu jangan sedih lagi, sebagai gantinya, ini, aku sudah belikan kamu buku puisi terbaru dan ter favorit saat ini, bukunya berjudul SEJUTA PUISI CINTA ROMEO karya Hazman Arif, di buku tersebut banyak sekali puisi yang mampu menggambarkan perasaan kita, mulai dari sedih, bahagia, kehidupan hingga jatuh cinta, aku tahu kamu sangat menyukai puisi jadi karena itu, aku membelikan kamu
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai puisi senja romantis
Baca
+Pustaka
Bukan Pernikahan Biasa

Bukan Pernikahan Biasa

Dia tidak bisa dihentikan meski sadar kalau jarum jam baru menunjukkan pukul delapan malam, yang ia ingat hanya harus berhati-hati karena Senja tengah hamil. Hujan di luar masih deras mengguyur bumi. Menambah romantis suasana di kamar dua sejoli yang sedang memadu kasih. Pesona Senja seperti magnet yang menarik Sabda untuk terus mendekat, menikmati pahatan indah raga wanita yang tak di sangka kini menjadi miliknya. Di raga itu kini juga bersemayam janinnya.
10404.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.3K kali sebagai puisi senja romantis
Tampilkan Ulasan (92)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Endah Ariyani
kak Lis, kalau boleh tahu asli darimana yaa? Blitar kah? Jatuh cinta nta sama karya kakak Bukan Pernikahan Biasa, bener bener bagus...... ga ada rencana buat season 2 kak? aku baca maraton, sampai beberapa kali top up...
Baca Semua Ulasan
Syahadat Cinta

Syahadat Cinta

Robert tersenyum mendengarkan jawaban dari Rania, pria itu memandang gadis di sampingnya dengan pandangan berbinar. “Musim semi, saat alam menari, memberikan wangi, menghiasi hari dengan warna-warni, keindahan yang memabukkan hati, harapan kembali lagi, awal untuk memperbaiki diri, tebarkan kenangan yang akan terpatri, dalam setiap sanubari,” Robert tiba-tiba mengeluarkan sajak dari bibirnya, pandangannya belum beralih pada sosok Rania, sedangkan gadis itu sama sekali tidak menyadari bahwa Robert semenjak tadi memandang dirinya karena ia memandang ke arah lain. “Wau,,,itu bagus sekali, ternyata nenek benar ya kamu puitis,” Rania memalingkan pandangannya dan tersenyum memandang Robert.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai puisi senja romantis
Baca
+Pustaka
EGO

EGO

Mae Takataereseleros
Mata Elzora berkilau menatap jinga yang merekah. "Kenapa senja selalu cantik Zo?" "Karena sesuatu yang indah selalu pergi dengan cepat." "Nggak semuanya kok," Fikri melempar pandangannya. Bermandi sinar senja. Perdebatan yang hampir terjadi pun berganti. Senja selalu menjadi lambang romantisme seutuhnya selain bunga dan coklat. "Apa contohnya?" "Kamu."
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai puisi senja romantis
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai puisi senja romantis
Baca
+Pustaka
My Game Boyfriend

My Game Boyfriend

Bab 62 Udara pagi yang sejuk berhembus lembut, membawa serta aroma wangi bunga-bunga mawar dan melati yang menghiasi taman luas di vila mewah tempat pemotretan berlangsung. Cahaya matahari pagi yang keemasan menyinari setiap sudut, menciptakan suasana yang begitu indah, romantis, dan seolah sempurna—persis seperti latar belakang kisah cinta dongeng yang paling diimpikan banyak orang. Namun, di balik keindahan itu, ada hati yang sedang remuk dan perasaan yang tersayat dalam.
674 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai puisi senja romantis
Baca
+Pustaka
Bangkitnya sang Menantu Benalu

Bangkitnya sang Menantu Benalu

Di pengujung sore, sebuah taman indah Jakarta. Jingga berpendar-pendar di langit raya. Awan putih bergelung tipis-tipis. Sang mentari semakin menukik ke barat. Sebentar lagi, temaram ‘kan datang. Stefan bukan orang yang romantis. Untaian puisi, terkadang bisa merobek hati. Terlalu klise. Karena terlalu sering bergelut dengan kode, diksi jadi seperti menakutkan.
1040.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi senja romantis
Baca
+Pustaka
Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

hardik Robi. "Sini yang, saking cantiknya senja ini, aku lupa kamu," "Wajahku gampang banget ya dilupain?" "Hahahaha, ngambek nih? dari pada ngambek, mending kita foto aja," "Satu, dua, tiga cis! senyum," Crack! "Indah ya senjanya. Cantik." "Kayak kamu, cantik." "Hem," "Kami tahu nggak? senja itu mengajarkan kita bahwa keindahan tak harus datang lebih awal." Kata Robi puitis.
1070.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai puisi senja romantis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status