Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sebening Senja

Sebening Senja

Menyebrangi jalan utama ring road utara, di arah timur berjajar kendaraan menunggu lampu hijau menyala. Setiap kali melewati jalan ini, pasti akan terlintas tentang Senja. Namun, entah kenapa malam ini terasa begitu lain. Hatinya terasa panas, menjalar hingga kulit pipinya. "Aku seperti melihat Senja. Ataukah mungkin Senja mengingatku saat ini? Kenapa tiba-tiba aku merasa dia ada? Ya Allah, sebegitu terobsesikah aku padanya?" Darah memompa jantung Bening naik turun. Beristigfar, mengusir kegusaran yang begitu menyedot energi.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
Diary Yang Basah

Diary Yang Basah

itu komentar mama Asni. “Lentera diujung senja// Kemuning yang terguris lembayung meredup dipelataran nirwana/ Kelam tertutup awan yang menghitam/Tiada lagi warna yang indah /Menghiasi hadirnya senja di pijaran kemuning// Jingga warna itu kemana/ Dia pun hilang dan redup sebelum sampai keperaduannya/ Tergantikan oleh gelap kelam menutup sebuah hari//Hanya sebuah lentera tinggal di sana/Menggantikan kemuning dan rona jingga/ Di ujung nirwana untuk temani senja//” Itu komentar Dessy ***
108.6K viewsOngoingAdded to Library 344 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

Dalam Senja yang temaram Kutaburkan abu orang yang aku cintai Jangan kau tanya bagaimana rasanya Seolah-olah dunia berputar dalam kehampaan Kini baru aku sadari setelah terpisah kematian Tidak ada tempat untuk kita saling bertemu kembali di sini Sheena. Begitu abu terakhir telah di taburkan dan terlepas dari tangannya, gadis tersebut baru ingat ini bagian akhir dari pertemuan dalam kehampaan, Sheena berusaha tegar sambil menahan tangisnya dimana dia menatap ujung laut yang tidak pernah terlihat. "Beristirahatlah dengan tenang, bu" Batin nya. "Aku sudah berusaha hingga tetes penghabisan, jangan menyalahkan ku, karena aku sudah sampai pada puncak dimana kemampuan ku berada"
1018.7K viewsCompletedAdded to Library 485 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
Antara Cinta dan Takdir

Antara Cinta dan Takdir

jawab Gentara yang terdengar aneh bagi ku. Kenapa dia tidak menyukai senja? Padahal senja sangat memanjakan mata bagi siapapun yang melihatnya. Oh, apa karena Gentara bukan manusia, jadi dia tidak menyukai senja. "Kenapa? Menurutku suasana ketika matahari terbenam sangatlah indah. Apa yang membuatmu tidak menyukainya?" tanyaku penasaran. "Aku tidak menyukai senja karena disaat itu aku harus kembali menjadi peri. Aku tidak bisa menemani mu jikalau malam tiba. Menyebalkan, bukan?"
104.1K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Orang-orang yang tadinya masih tersenyum kini mendadak terdiam, merasakan kesedihan yang menyusup begitu dalam melalui setiap petikan senar berdarah itu. Dan kemudian suara Dalia terdengar, melantunkan puisi ciptaannya. "Pernah mekar di awal semi, harum bagai meihua, dipuji, dipuja, diinginkan oleh dunia. Namun cahaya mentari perlahan pudar, tinggallah kelopak rapuh menanti senja. Hari-hari mencabut satu demi satu, permata berharga luruh dari genggamannya.
9.857.2K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as inspirasi puisi senja
Show Reviews (18)
Read
+Library
nanadvelyns
Halo, semua. Terima kasih Banyak yang sudah mendukung cerita Dalia sampai tamat! Penulis mau ngabarin kalau sekarang sudah ada cerita kolosal terbaru, loh! Judulnya 'Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa'. CUSSS KEPOINN!!(˵͡~͜ʖ͡°˵)ノ⌒♡*:・。.
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Read All Reviews
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

“Aku percaya, suatu saat nanti, kita semua akan dapat kesempatan itu. Entah bagaimana caranya, aku yakin kita tidak akan selamanya terjebak di sini.” Keheningan melingkupi ruangan. Hanya suara kipas tua yang berdecit menemani mereka. Namun dalam hati masing-masing, tumbuh seberkas cahaya kecil cahaya harapan yang mereka bagi bersama, meski jalan di depan masih begitu gelap.
722 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Ia meraih Dinda, memeluknya erat. “Puisi kamu indah banget sayang.” Dinda tersenyum “Itu buat Bunda dan Ayah.” “Bunda yakin Ayah denger,” jawab Dina lembut, “karena cahaya nggak butuh suara untuk sampai ke langit.” Sore itu, Dina menyalakan pelita di ruang tamu. Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir,
820 viewsCompletedAdded to Library 20 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Menulis kini bukan pelarian, tapi pilihan. Tulisan pertamanya tentang kelelahan yang jujur. Tentang berhenti sejenak tanpa merasa gagal. Responnya sederhana, tapi hangat. Malam itu, Anggi duduk di teras lagi. Langit gelap, tapi tidak mengancam. Rendra keluar membawa selimut tipis, menyampirkannya di bahu Anggi. “Kamu masih takut hujan?” tanya Rendra lembut.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
Menjadi Kekasih Bayaran Pak Dosen Dingin

Menjadi Kekasih Bayaran Pak Dosen Dingin

Berkali-kali ia menarik sudut bibirnya agar senyumnya tidak kaku. "Ayolah, Ja. Dunia belum berhenti berputar hanya karena Pak Pur pensiun. Mana Senja yang ceria dan penuh semangat." Begitulah kata hati Senja menyemangati diri. Sesaat ia bisa tersenyum kembali sambil merapikan poninya yang sebenarnya masih rapi. "Allahu Akbar!" Senja terlonjak kaget saat sebuah ketukan dari dalam jendela membuyarkan lamunannya. Detak jantungnya meningkat seperti barusaja melihat makhluk tak kasat mata.
1012.0K viewsCompletedAdded to Library 431 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Kenzo-pun berkata layaknya puisi. "Wah Kenzo, aku tidak menyangka, sajak puisimu begitu menyentuh jiwa." ejek Leon sambil tertawa. "Jaga dia, dia gadis yang baik. Jangan pernah sakiti dan kecewakan dia, bahkan sampai membuatnya menangis," kata Kenzo sambil mwmbaca bukunya.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status