Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

Terlihat mereka melanjutkan aktifitas semula. Tiga jam melewati perjalanan darat. Hatiku campur aduk membaca tulisan di gapura besar, tanda batas wilayah, 'Selamat Datang di Tanah Nene' Mallomo.' Oh, tanah kelahiran ... menapakimu mengalirkan lagi rindu, dendam, dan cemas melebur menjadi syahdu dalam rongga dadaku. Ah, menyimpan sakit dalam hati, hanya membuat hidup penuh derita. Tapi .., sungguh, mengabaikan rasa dalam benda lunak dibalik kulit, tak mampu jua kutepis.
1039.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Harapku. "Jatuh bangun akyu mengejcjarmuuuuuuuu, namun dirimu tak' mau mengertiiiiiiiii, kubawakan syeegelas air namun kau meminta lautan, tak syanggup diriku sungguuuuuuh tak syaaaanggup."
9.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Kau Lukai Aku, Kubuka Aibmu

Kau Lukai Aku, Kubuka Aibmu

Tampak keterkejutan di wajahnya. "Satu pesanku, semoga nasibmu tidak seperih hidupku ini. Jika nanti kita jadi orang asing, jangan berubah apalagi membenciku karena aku tak pernah membencimu. Aku menyayangimu dengan tulus seperti layaknya seorang kakak ke adik. Aku tak pernah ingin mempunyai musuh. Siapa pun itu." Entah kenapa aku mengatakan hal tersebut. Namun itu semua tulus. Aku menyayanginya setulus hati karena aku tak punya keluarga.
1070.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Pria di Malam Pertamaku Ternyata Iparku

Pria di Malam Pertamaku Ternyata Iparku

Dia menyingkirkan minumannya dan mengeluarkan sebuah tablet dari dalam tas. "Maladewa," jawabnya sambil menunjukkan gambar yang menampakkan surga dunia itu. Helena dibuat jatuh hati pada pandangan pertama. Sungguh pemandangan yang sangat indah. Selama ini, Helena memang sering mendengar nama tempat itu. Tapi, semuanya terlintas begitu saja. Dia tidak pernah berpikir untuk mencari tahunya lebih dalam.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Menyala Istri Sah!

Menyala Istri Sah!

“Lihat, Sayang, dunia ini nggak selalu jahat, kan? Masih ada yang indah.” Ia menatap langit sore yang berwarna jingga. Di sana, dalam diamnya, ia berjanji lagi. “Nggak apa-apa kalau orang-orang mau lupa siapa Mama, tapi suatu hari nanti ... kamu akan tahu. Kamu lahir dari luka, tapi kamu tumbuh dari cinta.” “Terima kasih udah datang ke hidup Mama, Aira,” bisiknya pelan. “Kamu bukan aib atau kutuk ... kamu anugerah yang Tuhan titipkan di saat dunia menutup semua pintu.”
66.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Gadis Tanpa  Ingatan

Gadis Tanpa Ingatan

Ada tulisan tangan rapi di atasnya, puisi singkat: "Jika langkahmu goyah, aku akan jadi tanah di bawah kakimu. Jika hatimu retak, aku akan jadi benang yang menjahit diam-diam. Jika kau hilang... Aku akan menjadi peta yang tak pernah lelah menunggu namamu kembali terucap.” Amara menatapnya lama. “Kau yang menulis ini?” Elvano tersenyum. “Untuk adikku. Tapi sekarang... mungkin maknanya berubah.”
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

kebanyakan santri menjawab dengan jawaban ‘Kenal’. “Nah, malam ini saya akan membacakan salah satu sajak yang saya buat sendiri. Perkenankan saya membacakan beberapa bait sajak dari untaian hati yang paling dalam ...” Saat itulah saya membecakan sajak yang saya siapkan sejak siang tadi. Tentang perjuangan ibu. Kemana dia berjalan, itulah hidupmu Kemana dia berpijak, itulah nasibmu
8.99.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

POV ZEa lanjutan dari bab sebelumnya Dear pohon cinta, "Kaulah nyala senja yang diam-diam mengupas warna segar kupu-kupu dan aku tumbuh seperti laut waktu memberiku air gairah atas hidup. Barangkali kesengsaraan itu telah menjadi matang dan sempurna. Namun ketahuilah, tak ada luka yang sembuh hanya dengan kalimat-kalimat kebijaksanaan.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status