Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
FREL.

FREL.

Aku berkonsentrasi penuh, memusatkan pikiran pada puisi yang cocok untuk kujadikan acara penembakan. Aku berdeham sebelum memulai mengucapkan satu karya lagi buat Kak Kevan. "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada." "Gue juga suka puisi itu, berjudul "Aku Ingin" karya dari Sapardi Djoko Damono."
9.426.4K viewsCompletedAdded to Library 950 Times as puisi tanah airku singkat
Show Reviews (46)
Read
+Library
Pengelana Tersesat
Ceritanya seru, tapi sekedar saran, perlu koreksi cara promosi. Lebih halus dan sopan ke Author. Takutnya promo kaya biasanya bakal bikin masalah di masa depan. Tapi, klo mau lanjut juga silakan. Saya yang tersesat hanya mengingatkan agar hanya saya seorang yang tersesat
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Read All Reviews
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Laut memantulkan langit, langit memantulkan cahaya pena di tanganku. Aku menulis kalimat pendek di pasir. “Aku mengingatmu.” Tulisan itu bercahaya, lalu larut ke dalam air. Tapi begitu menghilang, dunia berbisik pelan, suara yang datang dari segala arah sekaligus. “Dan aku mengingatmu, Sinta.” Aku memandang laut lagi. Di kejauhan, bintang jatuh perlahan ke permukaan air,
735 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as puisi tanah airku singkat
Read
+Library
Mantanku Minta Aku Jangan Tinggalkan Dia

Mantanku Minta Aku Jangan Tinggalkan Dia

Aku terkejut sejenak karena di unggahan teratas di Instagram-ku ada kalimat: [Ingin melihat matahari terbenam yang berbeda di seluruh dunia. “Nanti aku juga akan bawa kamu lihat bintang-bintang! Bintang Biduk,” lanjutnya. Itu unggahan kedua di Instagram-ku: [Suka sekali melihat langit penuh bintang, terutama Bintang Biduk. Itu benar-benar romantis.] Di perjalanan mobil, aku hendak menjelaskan. “Selama sembilan tahun ini kami ....”
14.7K viewsCompletedAdded to Library 396 Times as puisi tanah airku singkat
Read
+Library
Suamiku, Ayah Mantanku

Suamiku, Ayah Mantanku

Paksu || Kangen (´༎ຶ ͜ʖ ༎ຶ `)♡ Paksu || Pingin pulang tapi jauh Paksu || Sayangku, aku kirim PAP Paksu || *gambar* Paksu || Ganteng kan aku? Paksu || Sayangku.... Paksu || Sayangku cintaku padamu, Lyraku(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
10107.6K viewsCompletedAdded to Library 3.6K Times as puisi tanah airku singkat
Read
+Library
Istriku Teman Anakku

Istriku Teman Anakku

Ingat ortunya, menimbulkan luka di hatinya. “Butuh waktu Atiqah, apalagi aku bukan tipikal orang yang suka curhat, aku hanya banyak merenung dan berusaha tak terlalu memikirkan papa dan mama!” sahut Gibran lirih yang jadi makin dewasa karena keadaan, nyaris tak terdengar suaranya. “Gitu ya Bang…aku juga lagi berusaha begitu, tapi…kasian ayah dan ibuku..malu bukan main dengan tetangga dan keluarga!”
1024.0K viewsCompletedAdded to Library 623 Times as puisi tanah airku singkat
Read
+Library
Istri Mungil Milik Tuan Tanah

Istri Mungil Milik Tuan Tanah

Dia yang lebih dulu jatuh ke tanah? “Aaaaaaarghhhh!” erangan meluncur dari bibirnya tatkala tangannya yang masih tergeletak menyentuh tanah ditekan kuat oleh kaki Barata. Sepatu yang dikenakan pria itu membuat tekanannya berkali-kali lipat memberi kesakitan yang sangat.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as puisi tanah airku singkat
Read
+Library
Legenda Raja Pendekar

Legenda Raja Pendekar

Aku mengarungi samudera darah Akulah sang pengembara Melenggang ke Barat, Meluruk ke Timur, Merangsak ke Utara, Merantau ke Selatan, Kan kuremas matahari di telapak tanganku Kan kupecahkan wajah rembulan Dengan Syair Penakluk Langit, Tak ada lawan, Tak ada tandingan, Ilmu dari segala ilmu. Jiu Long melihat di kejauhan bayangan putih melenggang santai. Hanya sekejap kemudian suara syair dan bayangan itu lenyap dari pandangan. Ia menatap bayangan itu dengan mata mendelong. Jiu Long berkata perlahan. "Kenapa Sepuh tak memberi kesempatan aku memberi hormat?"
1043.9K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as puisi tanah airku singkat
Show Reviews (28)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
Jika teman2 semua suka sama cerita ini mohon di bantu promonya ke teman2nya / di medsos. Biar cerita ini bisa sampai tamat. Jika tidak, mgkn cerita ini akan diselesaikan sebelum waktunya. dan akan dilanjutkan season 2 di lain waktu. Saya akan coba cerita baru dg judul PUTRA SAMUDRA
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Read All Reviews
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Dibawah sebuah pohon yang teduh Beralaskan rerumputan hijau Hiasan air mata yang menetes Dan suara hati yang menangis Hening... Tak ada seorang pun di sana Hanya suara pepohonan Yang terhempas oleh angin yang segera berlalu Hanya nyanyian burung Yang terdengar menusuk kalbu Dalam Lamunanku... Aku kembali mengingat dirimu Kembali mengingat senyummu Dan mengingat saat aku bersamamu Namun... Semua itu hanyalah kenangan Yang meninggalkan luka di hati
102.9K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as puisi tanah airku singkat
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Di dalam pendopo kecil, Raka menempelkan dua syair di tiang kayu: “Jangan kau tanya dari mana aku datang, tanyalah untuk siapa aku berjalan.” Dan satu lagi: “Tanah yang disiram peluh rakyat, akan tumbuh jadi kota yang bermartabat.” Tuan Karel datang malam harinya. Ia membaca kedua syair itu tanpa berkata apa-apa, hanya menepuk bahu Raka. “Syair seperti ini tak sekadar hiasan dinding. Ini seperti bendera dalam perang: kecil, tapi bisa membawa ribuan maju.”
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 278 Times as puisi tanah airku singkat
Read
+Library
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari Semesta bergulir tak kenal aral / Seperti langkah-langkah menuju kaki langit / Seperti genangan akankah bertahan / Atau perlahan menjadi lautan Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari ***
9.870.0K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as puisi tanah airku singkat
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status