Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gara-gara Talak Tiga

Gara-gara Talak Tiga

Cantik, tidurlah dalam pelukan mama Cantik, jadilah pelita mama Kamu adalah Mutiara yang dikirim oleh Tuhan Mutiara yang tidak ternilai harganya Belahan jiwa mama yang tidak akan pernah tergantikan Cantik, tidurlah dalam buaian malam Hingga tidak terasa waktu terlewati Duka mama bukanlah segalanya Bahagiamu selalu jadi tujuan mama Cantik tidurlah, tidurlah dan bermimpi indah Cantik-- Tak kuasa lagi aku mendendangkannya, aku duduk dan memeluk kakiku erat. 'Nak, mama rindu!'
9.840.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Alegoria

Alegoria

Berkhianat kepada mereka adalah dosa yang tak terampuni. ***** Oh ombak yang berdebur di bibir laut Sungai jernih yang mengiris daratan Pada gunung cadas yang diselimuti kabut Angin lembah membawa kelembutan. Oh tanah airku, Alegra Raya Terbenam dalam doa, Terlukis dalam gembira, Aku adalah merpati yang lahir dari rahimmu. Oh sejahteralah, Alegra Engkaulah sang penyelamat dari petaka besar
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Code of Seduction (Bahasa Indonesia)

Code of Seduction (Bahasa Indonesia)

Di kertas itu tertulis semacam sajak pendek, demikian isinya: Di masa hidup yang singkat Kau dipandang dan dicintai Semua mata mengagumimu Selama satu purnama Tiga puluh hari pertama Dalam satu revolusi Sampai kau kembali menyatu Dengan tanah tempatmu berasal
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
DUKUN 99

DUKUN 99

Gunung-gunung yang tinggi, Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu Dari pulau-pulau, lembah-lembah Gunung-gunung yang tinggi Oh, Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Ia membuka secarik kertas kecil dari saku bajunya, dan membaca bait puisi tua dari neneknya: "Engkau bukan pemilik bumi, engkau hanya pejalan di antara akar. Jika engkau melukai tanah, tanah akan menghapus jejakmu." Ia lalu menatap para pemimpin yang kini duduk membatu. “Itulah sebabnya, saya meminta agar pemerintah Indonesia tidak melihat Buton sebagai ‘daerah tertinggal’, tetapi sebagai laboratorium peradaban baru. Tempat kita menguji kembali makna kemajuan.”
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Prajurit Tangguh

Prajurit Tangguh

Gugur satu tumbuh seribu, Indonesia jaya sakti. Gugur bungaku di taman bakti, di hari bernan pertiwi, harum semerbak menanamkan sari tanah air jaya sakti. Telah gugur pahlawanku, tunai sudah janji bakti. Gugur satu tumbuh seribu, tanah air jaya sakti. Telah gugur pahlawanku, tunai sudah janji bakti. Gugur satu tumbuh seribu, tanah air jaya sakti.
1014.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 400 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Tiba-tiba anak itu membuka mata dan suaranya berubah menjadi gema yang dalam, seolah bumi berbicara melalui dirinya: “Tanah teu menta disembah, ngan menta diinget. Rasa teu butuh dipuja, ngan kudu dijaga.” (Tanah tidak meminta disembah, hanya ingin diingat. Rasa tidak butuh dipuja, hanya harus dijaga.) Larisa terlihat meneteskan air mata. “Juna…” Arjuna menatap Nagara dengan mata teduh. “Itu dia, itu adalah pesan terakhir dari tanah.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
The Last Queen

The Last Queen

Hatinya terbakar api cemburu, ia butuh udara segar untuk meredam sesak di dadanya. Damar duduk menyendiri menghadap langit mencoba berbicara pada pemilik semesta. Mencurahkan semua perasaan yang selama ini ia pendam dalam diam. Tentang hatinya, tentang mimpinya yang ingin memeluk langit. Bagaimana ia dapat memeluk langit sedangkan ia sendiri telah terikat oleh bumi. Bumi yang ia pijak, bumi yang memberinya kehidupan. Memaksakan diri menggapai langit hanya akan menyakiti bumi, namun tanpa langit ia pun tak yakin apakah masih bisa bertahan hidup di bumi. "Aku hanyalah tanah. Memang sudah semestinya langit bersanding dengan bulan."
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status