Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perjalanan Hidup Alvira

Perjalanan Hidup Alvira

Oh mungkinkah diri ini dapat merubah buih yang memutih menjadi permadani seperti pinta yang kau ucap dalam janji cinta. Juga mustahil bagiku menggapai bintang di langit siapalah diri ku? Hanya insan biasa Semua itu sungguh aku tiada mampu~ (Exist - Buih Jadi Permadani)
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Aku Tak Rela Dimadu

Aku Tak Rela Dimadu

"Aku akan berlayar ke tujuh samudra Untuk mencari pemandu hatiku Aku akan berjalan sendirian kedinginan hanya untuk terus mencarimu... Angin dingin yang membuatku hampa Burung kecil dengan penantiannya Adalah sahabatku ketika tetes air mata kerinduan itu datang..." "Waaaw cantik sekali puisinya kak." Theo menengok, sejak kapan ada gadis itu di situ. Theo acuh tak suka kesendiriannya di ganggu wanita ini. Di carinya Mamanya. Tidak ada. Ini pasti ulah Mama. "Kak mungkin kakak terlalu lelah menanti kekasih hatimu, minum dan menikmati kue ini dulu. Kue ini aku yang buat"
9.9121.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai puisi tanah airku singkat
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Siez
maaf... ada salah upload untuk bab 196 dan 197 sudah di perbaiki jadi bab 198 dan 199. masih dalam peninjauan oleh editor. maafkan aku ya......... semoga tinjauan bab nya segera selesai. terima kasih
Baca Semua Ulasan
Poor Fatma

Poor Fatma

Satu-satu, daun-daun Berguguran, tinggalkan tangkainya Satu-satu, burung kecil Beterbangan, tinggalkan sarangnya Jauh, jauh Ke langit yang tinggi .... Andaikan aku punya sayap Ku ‘kan terbang jauh, mengelilingi angkasa ‘Kan kuajak ayah bundaku, terbang bersamaku Melihat indahnya dunia Melihat indahnya ... dunia ....
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

"Ceritakan padaku tentang tanah itu. Seperti apa tempatnya?" ​Aris tersenyum pahit. "Namanya Lembah Dirgantara. Isinya hutan pinus yang sangat rapat, dengan sungai jernih yang airnya bisa langsung kamu minum. Ayahmu dulu sering membawaku ke sana saat kami masih kecil. Dia bilang, 'Ris, kalau suatu saat dunia ini jadi terlalu kotor, kembalilah ke lembah ini. Airnya akan mencuci jiwamu'. Dia sangat mencintai tanah itu, Kinan. Dia lebih memilih mati daripada melihat pohon-pohon di sana ditebang demi pabrik kimia."
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Sorry, this is my heart (bahasa Indonesia)

Sorry, this is my heart (bahasa Indonesia)

“Maaf pak saya lancang, saya ijin mendekati putri bapak. Mencoba untuk mengenal lebih dekat, tapi mohon bapak tidak usah memberitahu Kayla biar ini berjalan alami. “ “Tapi... “ “Saya tidak akan berbuat macam-macam pak, saya sudah dewasa dan bukan saat untuk bermain-main. Akantetapi saya juga ingin ini berjalan alami saja. Bapak bisa pegang ucapan saya, saya tidak akan macam-macam. “ “Baiklah... Saya pegang ucapannya ya... “ “Iya pak, terimakasih... “ “Asli orang mana? “ obrolan mulai biasadan saat itu pula Kayla sudah terdengar menuruni tangga. “Saya tinggal di Jogja pak. Ayah saya asli Jakarta dan ibu saya Solo. Dari kecil di Jogja... Udah jadi orang Jogja saya. “ “Ooohhh ya ya ya... “
1018.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 444 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Ibu, Aku Mau Ayah

Ibu, Aku Mau Ayah

Di luar hujan rintik-rintik memberi kesejukan, lalu perlahan berubah dingin. Dalam tidur, Adisti terbawa ke alam mimpi. Rasanya dia berada di suatu tempat terbuka, luas dan indah. Pantai terbentang dengan ombak tak pernah berhenti. Di atas, langit biru cantik dengan awan berarak, perlahan berganti rupa. Manis, indah, dan menawan. Itu yang Adisti rasakan. "Ibu!!" Panggilan itu datang dari arah pantai. Mata Adisti berpindah, mencari suara mungil yang memanggil.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Suara hujan menjadi lagu yang panjang dan tanpa akhir. Setiap tetesnya seolah mengetuk dada, mengingatkan pada setiap kata yang pernah tak sempat diucapkan. “Kalau aku pergi duluan…” Begitu kata Airin dulu, dalam bisikan lembut di malam yang mereka kira biasa-biasa saja. “…jangan tangisi aku terlalu lama. Aku hanya ingin tahu bahwa aku pernah dicintai. Itu saja.”
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Konspirasi Cinta Pertama

Konspirasi Cinta Pertama

Dear Adnan: SEKUNTUM TERATAI KASIH Bukan dengan untaian mutiara kata 'Kan kusahirkan isi hatiku Bukan dengan baris bait puisi cinta 'Kan kupamirkan perasaanku Tapi dengan sekuntum teratai kasih Berkelopak rindu bertangkai cemburu Tulus kupersembahkan untukmu Sebagai ungkapan dalam rasaku Meteor sekilas garis cahaya Jadi saksi betapa hati bahagia Berada di sisimu malam ini Seiring bersama lewati hari Bersama tumpahnya tinta pena asmara Kucurah hasrat di atas kanvas jiwa Semoga kisah yng kini kutiti Bawaku ke pulau cinta haqiqi Makassar, 10 Juni 2007 ***
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai puisi tanah airku singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status