Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Berandalan Sekolah

Suamiku Berandalan Sekolah

Memulai membaca puisinya tanpa contekan, sambil menatapku begitu dalam. 'Langit itu Kamu Hamparan pasir putih Menembus batas waktu Aku terpaku pada angin berhembus Setiap kali, ku menyapa rasanya terenyuh Kamu adalah langit biru Tidak terhitung, aku melihatmu Betapa rindu, rasaku kepadamu Langit, tolong panggilkan dia untukku Aku tau, jika diriku tidak sebaik itu Tapi aku mohon, aku hanya ingin kamu
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 272 kali sebagai puisi tentang tanah airku
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai puisi tentang tanah airku
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Dibacakan puisi tujuh hari tujuh malam pun tidak akan terasa syahdunya. "Saya tidak berani meminta apa-apa lagi, Pak. Apa yang Bapak lakukan sampai hari ini saja, saya tidak tahu harus mengatakan apa. Mengucapkan terima kasih seratus kali pun, rasanya belum cukup," ujar Suri setelah Damar duduk di sampingnya. "Jujur akhir-akhir ini saya sedang mencari-cari kosa kata di atas kalimat terima kasih, yang ingin saya ucapkan pada Bapak. Masalahnya saya belum menemukannya," ungkas Suri terus terang.
1082.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai puisi tentang tanah airku
Baca
+Pustaka
Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Aku mengurai pelukanku lalu memamerkan sederet gigi putihku. "Udah nggak tahan ma, rindu berat." Sahutku. "Ya sudah kalian naik ke atas, biar lebih puas melepas rindunya, kalau disini malu dilihat pelayan." Usai berucap demikian Mama pergi meninggalkan kami. "Sayang ayo lanjut di atas, kalau mau lebih aku siap."
1031.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 893 kali sebagai puisi tentang tanah airku
Baca
+Pustaka
Aku Madu Kembaranku

Aku Madu Kembaranku

sahut Tania sambil tersenyum meledek juga. “Ya Tuhan,” ucap Paman lirih lemas. Setelah berpamitan dengan keduanya, Malik pun juga sudah berpamitan kini saatnya mereka bergegas pergi ke kota dengan menempuh jalur darat menggunakan mobil. Selama dalam perjalanan netra Tania tak berhenti melirik ke arah kaca jendela yang ada di sampingnya, ia coba memandangi desanya untuk yang terakhir kali. Sedih rasanya karena di setiap sudut desa terdapat kenangan bersama Paman.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi tentang tanah airku
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Ginos tertegun ketika mendengar ini, "Aku suruh kalian pergi, itu hanya omelan saja, tempat itu selalu menjadi rumah kalian." Tidak, itu rumahnya. Bukan rumah mereka. Susan tidak ingin melanjutkan topik ini, "Apa ada urusan lain?" "Ya. Masalah tadi pagi itu salahku, aku datang untuk meminta maaf. Tapi, hidup mereka juga sulit. Lagi pula, mereka itu anak dan cucunya penyelamatku, aku tidak rela salahkan mereka."
17.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai puisi tentang tanah airku
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Menjadi tamu sendirian di tanah asing, perasaan rindu kepada keluarga menjadi berlipat ganda setiap hari raya tiba. Aku tahu saudara yang jauh di sana sedang mendaki ke ketinggian, menanam bunga demi mengenangku yang kesepian." "Tak ada jawaban dariku saat kamu bertanya kapan aku pulang, hujan malam membuat kolam musim gugur meluap. Kapan kita akan bersama-sama mematikan lilin di jendela barat dan membicarakan saat hujan di malam itu?" Wira membacakan lima buah puisi itu seperti tanpa beban.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122.8K kali sebagai puisi tentang tanah airku
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Alam dan Kita

Alam dan Kita

Tetesan Air Mata Walau, langkah kakiku rapuh. Aku akan tetap benerjang dan berjuang, aku akan terus maju meski langkah tak mampu. Dengan tekad, aku akan terus berhumpu. Pagi itu, cuaca indah menyambutku dari tidur. Tris yang sudah pergi dan duduk diluar menatapi pemandangan indah di kampung ini. Kampung yang indah dan damai, terbentuk dari sana gumpalan-gumpalan awan berkumpul menyelimuti dengan lembut dan kesejukan. Kampung ini tidak bisa digenggam oleh siapapun, seperti halnya awan yang terbang bebas disana.
9.73.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi tentang tanah airku
Baca
+Pustaka
Old Fesbukers

Old Fesbukers

arga yang hijrah dari pulau Jawa dan menetap di tanah asing di sebuah kota kecil yang selalu dingin ini. Bila kau bisa ingat puisi-puisi yang ditulis ibumu dalam sebuah buku harian yang dia belikan untukmu? Kau akan tahu bagaimana rasanya kalau ada seseorang dengan gaya penulisan yang sangat mirip denganmu. Kau bisa membaca siratan maksudnya sejelas mengetahui arti dari sebuah pertanyaan dalam teka-teki silang. Bahkan sekalipun ibumu tidak pernah mengeluh, kau bisa membaca keluhannya melalui tulisan-tulisan itu. Jadi ketika dalam buku puisi yang sama, kau menemukan sebuah puisi yang mengisahkan tentang sebuah cinta terlarang, maka kau akan bertanya-tanya untuk siapakah puisi yang ditulis Ema
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi tentang tanah airku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status