Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suamiku Berandalan Sekolah

Suamiku Berandalan Sekolah

Memulai membaca puisinya tanpa contekan, sambil menatapku begitu dalam. 'Langit itu Kamu Hamparan pasir putih Menembus batas waktu Aku terpaku pada angin berhembus Setiap kali, ku menyapa rasanya terenyuh Kamu adalah langit biru Tidak terhitung, aku melihatmu Betapa rindu, rasaku kepadamu Langit, tolong panggilkan dia untukku Aku tau, jika diriku tidak sebaik itu Tapi aku mohon, aku hanya ingin kamu
1010.9K viewsCompletedAdded to Library 282 Times as puisi tentang tanah airku
Read
+Library
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as puisi tentang tanah airku
Read
+Library
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Suri tertawa. Lihatlah, digombali receh seperti ini saja, jiwanya sudah melayang sampai ke bulan. Inilah bedanya jika digombali oleh orang yang kita cinta. Walau kalimat yang digunakan adalah pengulangan kata dari zaman baheula, tapi rasanya mengena. Coba kalau digombali oleh orang yang tidak kita suka. Dibacakan puisi tujuh hari tujuh malam pun tidak akan terasa syahdunya.
1082.5K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as puisi tentang tanah airku
Read
+Library
Talak di Malam Anniversary

Talak di Malam Anniversary

Bersimbah angan tanpa tujuan Dalam derap gerimis yang pongah menghujam Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi Membawa sebaris kata bahagia yang menenggelamkan nurani Diatas pengharapan tak berkesudahan Tentang rindu kusam Tentang cinta terbuang Mengutip satu namamu diantara keluh kesah Gundah gelisah, airmata dan lara Masihkah ada sedikit senyum darimu? Dibatas penantianku yang kini makin terbata Jika masih ada ruang di hatimu Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah Pada tanah membentang Pada pohon-pohon rindang Serta angin yang mengusik keangkuhan Setidaknya biar ada tanda yang bisa kubaca dan kuraba Janganlah sepi yang hadir
1043.0K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as puisi tentang tanah airku
Read
+Library
Misteri Cinta

Misteri Cinta

Promise you keep and you shall find your peace. Yang artinya terbanglah rajawaliku, melintasi tanah antah berantah. Janji yang kau pegang dan 'kan kau temukan kedamaian. Saya juga mengatakan, kalau ia sedang rindu dengan ayahnya, maka terbangkanlah burung kertas ini. Maka Ayahnya pasti akan merasakan kerinduannya. Itulah hari terakhir saya bertemu dengannya."
1032.8K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as puisi tentang tanah airku
Read
+Library
Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Aku mengurai pelukanku lalu memamerkan sederet gigi putihku. "Udah nggak tahan ma, rindu berat." Sahutku. "Ya sudah kalian naik ke atas, biar lebih puas melepas rindunya, kalau disini malu dilihat pelayan." Usai berucap demikian Mama pergi meninggalkan kami. "Sayang ayo lanjut di atas, kalau mau lebih aku siap."
1032.3K viewsCompletedAdded to Library 903 Times as puisi tentang tanah airku
Read
+Library
Aku Madu Kembaranku

Aku Madu Kembaranku

sahut Tania sambil tersenyum meledek juga. “Ya Tuhan,” ucap Paman lirih lemas. Setelah berpamitan dengan keduanya, Malik pun juga sudah berpamitan kini saatnya mereka bergegas pergi ke kota dengan menempuh jalur darat menggunakan mobil. Selama dalam perjalanan netra Tania tak berhenti melirik ke arah kaca jendela yang ada di sampingnya, ia coba memandangi desanya untuk yang terakhir kali. Sedih rasanya karena di setiap sudut desa terdapat kenangan bersama Paman.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as puisi tentang tanah airku
Read
+Library
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Dalam perjalanan, Julian berkata, "Bu, aku tidak mau belajar piano lagi, aku juga tidak mau Pak Joses lagi. Jangan nangis." Matanya sendiri masih bengkak, tetapi Julian malah menghiburnya. Susan merasa sedih dan bersalah, dia menahan emosinya dan menyeka air matanya, "Ibu nggak nangis." "Tapi, matamu terlihat sangat sedih." Mendengar ini, Susan tak kuasa menahan tangis, "Julian, maaf! Semua ini gegara Ibu tak berguna!" Gegara tak berguna, dia tidak bisa mempertahankan apa pun.
17.2K viewsCompletedAdded to Library 465 Times as puisi tentang tanah airku
Read
+Library
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Dia menggumamkan puisi itu, lalu berkomentar, “Meskipun puisi ini cukup bagus, isinya penuh dengan kekecewaan dan ketidakpuasan. Itu masih nggak sesuai dengan te ....” “Rasa malu dari zaman dulu masih menghantuiku, kapan kebencian ini akan sirna? Aku ingin menunggangi kuda melintasi perbatasan musuh, memukul mundur musuh, dan mendapatkan kembali tanah yang hilang. Setelah meraih kemenangan, aku akan kembali untuk mengabdi kepada Raja!” Wira melafalkan lanjutan puisi itu dengan penuh semangat.
96.2M viewsCompletedAdded to Library 123.0K Times as puisi tentang tanah airku
Show Reviews (2659)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Read All Reviews
Alam dan Kita

Alam dan Kita

Tetesan Air Mata Walau, langkah kakiku rapuh. Aku akan tetap benerjang dan berjuang, aku akan terus maju meski langkah tak mampu. Dengan tekad, aku akan terus berhumpu. Pagi itu, cuaca indah menyambutku dari tidur. Tris yang sudah pergi dan duduk diluar menatapi pemandangan indah di kampung ini. Kampung yang indah dan damai, terbentuk dari sana gumpalan-gumpalan awan berkumpul menyelimuti dengan lembut dan kesejukan. Kampung ini tidak bisa digenggam oleh siapapun, seperti halnya awan yang terbang bebas disana.
9.73.2K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as puisi tentang tanah airku
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status