Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Kali ini, ia membuka halaman kosong dan mulai menulis “Rindu ini seperti hujan. Ia turun tanpa izin, ia membasahi tanpa belas kasihan. Aku ingin berlari mencari tempat berteduh, tapi entah kenapa justru aku memilih diam, membiarkannya membasahiku, meski aku tahu aku akan sakit karenanya.” Tulisan itu bergetar, tinta sedikit melebar terkena sisa tetesan air hujan yang menempel di jemarinya.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Istriku Meninggal Dihari Pernikahan Keduaku

Istriku Meninggal Dihari Pernikahan Keduaku

___*****____ POV HESTI harinya mendung, persis dengan perasaanku saat ini, bagaimana mungkin, perasaan itu harus terus mengalah dan di korbankan demi kepuasan seseorang. Hujan, setidaknya engkau lah mewakili rasa sakitku saat ini. Biarlah ku lewati sepiku, berteman rasa sakit yang membuncah di dada, menahan bulir bening yang ngamuk ingin keluar dari pelopak mata.
1027.1K viewsCompletedAdded to Library 867 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Sebelum Hujan Membasahi

Sebelum Hujan Membasahi

Namanya juga mendung. Tak selamanya ia mampu mengundang hujan. Hadirnya hanya memberi isyarat kepada makhluk bumi agar lebih siap ketika hujan turun kembali membasahi. Sedia payung sebelum hujan, mungkin suatu selogan yang tidak asing lagi terdengar pada sepasang telinga kita. Perihal mendung dan hubungan, seakan menjadi sebuah kalimat yang berbeda, namun hampir mirip dalam pemberian makna. Bagaimana tidak? Ketika mendung mampu hadir tanpa memberi hujan, begitupula sebuah hubungan. Ia mampu hadir memberi kenyamanan, datang dengan sebongkah kata kepalsuan. I love you, I Miss You, dan lain sebagainya. Namun tanpa berdasarkan sebuah rasa sayang yang timbul dari perasaan.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Rani duduk di kursi seberang, menulis di buku catatan kecilnya. Suara hujan datang tiba-tiba — lembut, tapi cukup untuk membuat mereka sama-sama menoleh ke arah jendela. “Masih suka hujan?” tanya Dimas, tanpa menoleh. “Masih,” jawab Rani. “Tapi sekarang aku tidak menulis puisi tentangnya lagi.” “Kenapa?” “Karena hujan bukan lagi tentang kehilangan. Ia hanya… jatuh, dan berlalu.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Ranjang Hangat Tuan Presdir

Ranjang Hangat Tuan Presdir

“Iya, walaupun di luar juga kita tidak akan kebasahan, sayang. Kita kan pakai mobil tadi.” “Oh iya, aku lupa. Soalnya aku sering kehujanan, tapi entah mengapa setiap kali kena hujan, aku merasa bahagia.” “Kenapa suka hujan?” tanya Gavin. “Karena di bawah hujan aku bisa mengeluarkan air mataku sepuasnya tanpa ada orang yang melihatnya. Hujan bisa meluruhkan semua kesedihan. Bahkan saat hujan, aku bisa berteriak tanpa ada yang mendengar,” jawab Karin.
457 viewsOngoingAdded to Library 9 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

"Iya tapi mendung. Mudah-mudahan tanpa hujan." Robet termenung. Ia hobi melihat hujan dari kecil. Sampai bercita-cita ingin hujan-hujanan. Dalam kitab mukhtarul hadis, dijelaskan bahwasannya doa mustajab adalah ketika turun hujan. Itulah sebabnya ia hobi melihat hujan. Mendengarkan gemerciknya. Menyentuh airnya. Menikmati hembusannya. Mendengar mendung tanpa hujan, seperti menangis tanpa air mata. Terluka tanpa berdarah. Itukah definisi sakit hati mendalam? Terutama ia sakit ketika tak bisa melihat hujan. Tak bisa meneteskan air mata.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 175 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Diary Rain

Diary Rain

Harapan untuk sebuah kebahagiaan selalu ada. Tapi selalu ada harga yang harus dibayar. Apakah aku sanggup? Padahal luka ini belum kering. Luka ini selalu basah kembali, bersama hujan yang tiap kali turun.... ~(Rainisa Soedibjo Tunggal)~ Rain POV 2015 "Tidak!!!!"
107.1K viewsOngoingAdded to Library 248 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Nature Squad

Nature Squad

“Rain kalau ada hal yang bikin lo sakit lo cerita sama gue, lo harus ingat gue akan selalu siap jadi pendengar." Awalnya Rain tetap diam, tetapi tatapan Samudra benar-benar membuat pertahanannya goyah dan pada akhirnya ia berani untuk menceritakan semuanya. Tentang kenapa ia membenci hujan, tentang sahabat kecilnya yang merenggang nyawa saat bermain hujan-hujanan, tentang mimpi buruknya yang selalu datang setelah hujan turun. Samudra tersenyum lalu menarik tangan Rain untuk menerobos air hujan. "Sama seperti nama lo, hujan itu gak buruk."
105.2K viewsCompletedAdded to Library 197 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

Dia melempar keteduhan Bersama payung yang ia singgahkan Diajaknya berlari sendiri-sendiri Dibawah rintik hujan yang turun Payungnya membawaku pulang Tanpa tergores rintiknya sedikitpun Hujan yang membeku jadi panas karena dia ******************* Terimakasih yang sudah mau membaca cerita ini, Maaf untuk segala kekurangan penulisan, maklum penulis pemula yang akan terus belajar dan memperbaiki agar menuju kata sempurna.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Ada apa dengan tunanganku?

Ada apa dengan tunanganku?

You are like a light, after the rain has passed. You come up in my heart, like this.. You are, like a beautiful dream. _U R_ Aku terus menatap jalanan yang diguyur hujan lebat. Beberapa orang yang melihatku duduk di emperan butik mencoba membujukku untuk pergi berlindung dari guyuran hujan, beberapa lagi mencibir ulah gilaku yang memilih membiarkan hujan mengguyur tubuh. Dan sisanya, mereka tidak peduli sama sekali denganku.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 202 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status