Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Setelah tawanya reda, Yudi bertanya, "Lu nggak tau?" // Hari sudah sore, beberapa menit lagi waktunya Aina untuk pulang. Namun, sial, hujan kembali turun dengan derasnya. Memang, bulan-bulan ini sudah masuk musim penghujan. Wajar bila tiba-tiba hujan turun bahkan ketika siang harinya matahari bersinar begitu terik.
1030.0K viewsCompletedAdded to Library 629 Times as puisi hujan di bulan juli
Read
+Library
Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?

Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?

Aku berpikir beberapa menit sebelum menjawab. ["Clair de Lune" karya Debussy. Ada melankoli lembut yang cocok dengan hujan, tapi juga keanggunan tenang yang membuat momen itu terasa lebih besar. Dan kopinya tentu harus Verdania. Campuran pegunungan, cukup manis sampai tidak perlu gula, dengan keasaman yang pas untuk benar-benar membangunkanmu. Kenapa kamu menanyakan itu?]
1032.2K viewsCompletedAdded to Library 804 Times as puisi hujan di bulan juli
Read
+Library
Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Detik berlalu seperti abad hingga tiba-tiba setetes cairan jatuh dari langit. Julian menengadah karena mengira itu adalah Tinta Putih lagi. Ia bersiap mengangkat sisa pedang Sunblade miliknya untuk pertahanan terakhir. Namun tetesan itu jatuh mengenai pipinya dengan rasa yang dingin, basah, dan menyegarkan. Julian mengusap pipinya serta menyadari bahwa itu bukan tinta putih melainkan air bening murni. "Hujan?" gumam Julian.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 30 Times as puisi hujan di bulan juli
Read
+Library
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Rani duduk di kursi seberang, menulis di buku catatan kecilnya. Suara hujan datang tiba-tiba — lembut, tapi cukup untuk membuat mereka sama-sama menoleh ke arah jendela. “Masih suka hujan?” tanya Dimas, tanpa menoleh. “Masih,” jawab Rani. “Tapi sekarang aku tidak menulis puisi tentangnya lagi.” “Kenapa?” “Karena hujan bukan lagi tentang kehilangan. Ia hanya… jatuh, dan berlalu.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as puisi hujan di bulan juli
Read
+Library
Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Mungkin sejak pertama kali melihat Riana, Bimo sudah tahu bahwa seumur hidupnya dia tidak akan pernah sanggup melepaskan wanita itu. Sampai sekarang, dia masih mengingat malam musim hujan itu. Seorang gadis kecil yang kurus duduk meringkuk di bawah pohon, tubuhnya nyaris tanpa sehelai benang. Gadis itu menggigil hebat karena diterpa hujan dan angin dingin yang menusuk. Namun, sepasang matanya yang indah berkilau seperti bintang di langit.
12.1K viewsCompletedAdded to Library 241 Times as puisi hujan di bulan juli
Read
+Library
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Langit sore itu seperti sedang menulis puisi dengan tinta abu-abu. Hujan turun perlahan, rintiknya menari di atas genting dan menuruni kaca jendela, meninggalkan jejak seperti garis waktu yang tak pernah berhenti.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as puisi hujan di bulan juli
Read
+Library
Ifat

Ifat

Katanya. “Betul, Jo, kamu betul.” Aku menyahut. “Ini hanya sebuah bab dari rangkaian cerita.” ******** Musim hujan bulan Desember membuatku sedikit tersiksa. Khususnya di saat suhu udara sedang rendah.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as puisi hujan di bulan juli
Show Reviews (10)
Read
+Library
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Read All Reviews
Tujuh Perkara Sang Ibu Sambung

Tujuh Perkara Sang Ibu Sambung

ketusnya. Jenar mengulum ludah mendapatkan kata-kata itu. Hatinya sudah terbuat dari baja, hingga dia tidak perlu merasakan rasa sakit lagi. Gerimis tiba-tiba mengguyur kota, kepanikan Jenar dan keadaan mereka berdua melupakan fakta kalau langit mendung malam ini. "Cih, kenapa tiba-tiba hujan begini?" Julio menggerutu. Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, gerimis hujan bertambah besar. Tetesan air mulai dirasakan begitu menyakitkan.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 104 Times as puisi hujan di bulan juli
Read
+Library
Deviant Love

Deviant Love

“Duh!” Secepat kilat Windy bangkit. Turun dari kasur dan langsung membuka tirai jendela. Langit biru bukan menjadi pemandangan pertama yang Windy dapati. Melainkan awan-awan hitam yang berlomba menyelimuti atap biru bumi. Dugaan Windy benar, bulan sudah memasuki musim penghujan. Selain isi dunia yang akan dibuat basah, cuaca juga akan lebih dingin walau tak ada angin yang lewat.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as puisi hujan di bulan juli
Read
+Library
Mertua Rasa Pelakor

Mertua Rasa Pelakor

( Penolakan Azam ) "Rinai hujan kembali menyapa senja hari ini, dinginnya menentramkan jiwa yang rapuh. Aku tak menyukai rembulan. Karena kemunculannya, membuat senja memudar termakan pekatnya malam. Aku masih berharap, mentari tak bersinar lagi selamanya. Namun, semua itu tak akan mungkin terjadi. Sama seperti halnya aku yang masih mengharap cinta dari Azam."
1021.4K viewsOngoingAdded to Library 471 Times as puisi hujan di bulan juli
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status