Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Teman Tapi Panas

Teman Tapi Panas

Ana bertanya lagi, suaranya kini bergetar karena wajah Andi yang mendekat hingga Ana bisa mencium aroma pasta gigi yang tadi dikenakan Andi. "Kita tetap temenan. Teman di depan orang-orang, teman yang saling bantu, termasuk bantuin buat nemuin pelepasan masing-masing." Andi menyelesaikan kalimatnya lalu mencium leher Ana membuat gadis itu mendongak. "Kamu nggak perlu memberikan label, kita cukup jadi teman, termasuk teman di ranjang." Andi mendorong Ana hingga gadis itu berbaring dan dalam sekejap ia sudah berada di atas Ana.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai puisi teman
Baca
+Pustaka
Hampir Dijebak Teman

Hampir Dijebak Teman

"Putrimu nggak bersalah. Jebakanmu memang hebat, tapi aku nggak akan membiarkanmu menang. Aku nggak akan memberikan uang sepeser pun dan untuk masalah ini, aku nggak akan tinggal diam!" Norman terpaku di tempat, wajahnya berubah dari pucat menjadi biru. "Kita ‘kan teman, aku cuma pinjam uang sedikit sekarang, kenapa kamu bicara begitu?" Melihat wajah polosnya yang pura-pura itu, aku tertawa sinis dalam hati. Teman? Jika benar teman, mana mungkin menjadikan putri sendiri sebagai umpan untuk menjebakku dalam situasi kotor seperti ini? Aku mengalah terus itu karena mengenang masa lalu, bukan karena takut.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai puisi teman
Baca
+Pustaka
KERASNYA DUNIA!

KERASNYA DUNIA!

Ini pertama kalinya aku dan kawanku menikmati bervespa sambil berlumpur lumpuran, akibat jalan yang masih menggunakan tanah. Kita menikmatinya bersama walaupun kotor, dan kumal. Disitulah aku merasa tak terasa jika kemarin ada yang membuat hatiku hancur. “Banyak yang mengaku teman. Tapi Mana yang benar benar namanya Teman”
83.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai puisi teman
Baca
+Pustaka
Si Tomboy Hanny dan ayam

Si Tomboy Hanny dan ayam

Untukmu Hati Aku disini Merasa sangat sendiri Hidup tanpamu tiada arti Malam Sampaikan padanya Hariku akan kelam Bila hariku tanpa dia Bulan Sapa dia Sampaikan perasaan Kini Gundah gulana Pagi Cepatlah berganti Sampaikan pada mentari Berikan pesan agar dia kemari Setelah berpuisi aku tertidur lelap.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai puisi teman
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan Semua orang lantas bertepuk tangan dengan puisi yang di bacakan Delia. Gadis itu pun sangat senang tak hentinya tersenyum,di belakang Damar melambai ber isyarat memberikan selamat pada sahabatnya. Delia yang melihatnya pun ikut melambaikan tangan dan lantas menemui Damar. Mereka berdua duduk bersama sambil menunggu pemenang lomba yang akan di baca oleh Juri. Delia sudah tak sabar menunggu sesekali melihat kesekitar ruangan. Dan pada akhirnya Juri
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai puisi teman
Baca
+Pustaka
Godaan Papa Teman Anakku

Godaan Papa Teman Anakku

Bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang alam, perasaan, dan banyak hal yang tak pernah ia ceritakan pada siapa pun “Puisi yang indah…” gumam Satrio pelan. Ia tak pernah bosan membacanya. “Entah siapa pun yang menulis ini… aku benar-benar menyukainya,” lanjutnya sambil tersenyum hangat. Satrio membalik halaman terakhir. Di sana, hanya ada satu inisial yang tertulis rapi. Y “Apa mungkin … Yasmin?” gumamnya lirih, menebak-nebak dengan perasaan yang tiba-tiba menghangat.
1012.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai puisi teman
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

tanya Rio padaku. "Baik, Yo," jawabku. "Jangan lupa nanti datang ke nikahan kita, "Siap, Bos!" Semoga ini memang perjalanan cerita pertemanan mereka. Langgeng tanpa permusuhan. *** Sajak Angin Pada Embun Dalam hening semilir angin membawa kabar Pada setiap bulir embun diantra dedaunan Rindu mu mengema seirama dendang alam kehidupan
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai puisi teman
Baca
+Pustaka
WANITA BUTA DAN SUAMI BAYARAN

WANITA BUTA DAN SUAMI BAYARAN

Biar ku menemanimu membasuh lelah mu Izinkan ku lukis senja Mengukir namamu di sana Mendengar kamu bercerita Menangis tertawa Biar ku lukis malam Bawa kamu bintang-bintang Tuk temanimu yang terluka Hingga kau bahagia Aku disini walau letih coba lagi jangan berhenti Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri Kau telah berjuang menaklukkan hari-hari mu yang tak indah Biar ku menemanimu membasuh lelah mu Izinkan ku lukis senja Mengukir namamu di sana Mendengar kamu bercerita Menangis tertawa Biar ku lukis malam Bawa kamu bintang-bintang Tuk temanimu yang terluka Hingga kau bahagia hah Izinkan ku lukis senja
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 340 kali sebagai puisi teman
Baca
+Pustaka
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

katanya, suaranya lembut. Ia meraih kain kecil dari pakaiannya. Puisi pendek tertera di sana, ditulis dengan aksara halus Di tepi kolam, bawah ketapang tua, Hati kita bebas, meski dunia menutup. Jika takdir memisah, di bukit ‘kan kutunggu, Dengan melati dan kenanga, untukmu selalu. Raka membaca puisi itu. Jantungnya berdegup keras. “Ini… indah, Gusti,” katanya, suaranya serak. “Aku simpan ini, sebagai pengingat.”
867 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai puisi teman
Baca
+Pustaka
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai puisi teman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status