KEMBALINYA SANG RATU
Dengan penuh kehormatan, manusia dan AI memilih untuk melanjutkan perjalanan mereka, memahami bahwa tanpa teknologi, manusia tetap bisa berbicara pada alam semesta dengan cara yang berbeda.
---
Di sudut gelap semesta, Lintang Malam tertawa. Di Lambusango, seorang anak perempuan memetik buah dari Pohon Digital-Akar. Di Jeju, padi hybrid bergoyang ditiup angin yang berbau darah dan kode. Bumi berputar, masih bersuara dua bahasa—tapi kini, ada bisikan ketiga: bahasa yang belum diberi nama, bahasa dari sesuatu yang lahir dari abu puisi.