Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RUN! [Bahasa Indonesia]

RUN! [Bahasa Indonesia]

Pria tersebut menatapnya penuh selidik. "Kenapa kau bisa di sana?" Tanya pria tersebut. "Aku tidak tau" Terisya menjawab seadanya. Dia tak tau kenapa dia bisa di sini, satu yang ada di pikiran nya. Kenapa mereka menggunakan bahasa Inggris semua?. Untung dia termasuk murid yang bisa di kata kan bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar. Bahkan Terisya sempat akan di pilih mengikuti pertukaran pelajar di Singapura saat dirinya kelas 2 SMA, tapi karena keadaan yang tidak memungkinkan dia tidak mengambil kesempatan tersebut.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as puisi tentang bahasa
Read
+Library
PART-TIME

PART-TIME

Dan jika ditanya, ‘Kenapa kau masuk jurusan Bahasa? Maka jawabannya, “Aku tak bisa mengendalikan seseorang melalui rumus. Tetapi, dengan keterampilan berbahasa, dunia pun berada dalam genggaman tanganku.” Itu jawaban dari ‘Sang Jenius’ dengan nilai sempurna di tahun pertama masuk SMA Ki Hajar Dewantara. Dan hari itu, berakhir sampai disini.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as puisi tentang bahasa
Read
+Library
Menantu Bintang Lima

Menantu Bintang Lima

Oh, my God! Kata-kata macam apa itu, murahan sekali? Mourin pasti lupa, Bahasa menunjukkan Bangsa. Kata-kata adalah cerminan dari pemiliknya. Satu lagi, pasti dia tak paham tentang ilmu tuding menuding. Di mana satu jari terarah kepada orang lain, maka empat jari menunjuk kepada diri sendiri. So, untuk apa aku meladeninya? Buang-buang energi! [Kamu takut ya, Mirah?]
108.2K viewsCompletedAdded to Library 196 Times as puisi tentang bahasa
Read
+Library
Istri Alim untuk CEO Anti-Wanita

Istri Alim untuk CEO Anti-Wanita

(Salma) "PUKULANNYA TIDAK BISA DIHITUNG SAYANG, INI BAHASA HATI." (Fariz) "TAHU KALAU ITU BAHASA HATI, TAPI GAK ESTETIK BANGET BAGIAN INI." (Salma)
1012.2K viewsCompletedAdded to Library 462 Times as puisi tentang bahasa
Read
+Library
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Pantas Kaivan betah berada di sini, menganggapnya rumah padahal di dunia manusia banyak rumah kosong siap huni. Laki-laki itu langsung menulis seolah tidak sedang bersama siapa siapa. Jadi, kuputuskan mendekat. Berusaha membaca lebih jelas apa sebenarnya isi hati Kaivan. Tapi gagal paham, kalimat demi kalimat sengaja memakai bahasa Jawa kuno mirip buku-buku di perpustakaan rumah Kakek. Sungguh membagongkan!
103.7K viewsCompletedAdded to Library 106 Times as puisi tentang bahasa
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

itu sendiri—energi murni dari Sang Penulis Pertama. Kau mulai menggerakkan penamu melintasi kanvas multisemesta yang terbentang. Kau menuliskan kata-kata yang bukan lagi dalam bahasa manusia, melainkan dalam "The Language of Being" (Bahasa Keberadaan). Kalimatmu yang pertama di bab baru ini adalah: "Kita adalah Satu, dalam Tak Terhingga."
744 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as puisi tentang bahasa
Read
+Library
Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Setiap sentuhannya adalah puisi, setiap desahan adalah baitnya. Di keheningan yang temaram itu, mereka berbicara dalam bahasa yang lebih tua dari kata-kata. Bahasa yang hanya dipahami oleh dua insan yang saling mencintai, yang telah melewati badai, dan yang kini merayakan kemenangan mereka dengan cara yang paling primal. Dengan saling memiliki, saling menyembuhkan, saling mengingatkan mengapa hidup layak diperjuangkan. “Ahh … Bi …”
1035.5K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as puisi tentang bahasa
Read
+Library
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

kalimat terakhirnya berhenti tepat pada Maorielle. Maorielle nampak kikuk dan langsung menundukkan pandangannya. Dia merasa kata-kata dosen itu tepat di arahkan padanya. "Bahasa bukan sekadar susunan kata di atas kertas. Bahasa adalah alat untuk menunjukkan siapa kita sebelum orang lain mengenal kita lebih dalam." Khai membuka buku presensinya.
704 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as puisi tentang bahasa
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

“Kita masih membutuhkan beberapa puisi lagi!” “Sayangnya aku tidak bisa membuat!” “Kamu harus tahu, setiap orang itu bisa membuat puisi. Dan, gaya bahasa harus berbeda, dan tetap mengandung sebuah makna. Sekarang, kamu aku tugaskan membuat sebuah puisi!” katanya. “Siapp ...!” aku semangat.
8.99.6K viewsCompletedAdded to Library 221 Times as puisi tentang bahasa
Read
+Library
Herrscher (Divina Futuri)

Herrscher (Divina Futuri)

“Itulah bahasa yang sempurna. Bahasa yang semua makhluk hidup dapat mengerti arti dan maknanya tanpa mereka harus mempelajari bahasa tersebut. Bila hanya kaum tertentu yang mengerti bahasa tersebut, maka itu bukanlah bahasa yang sempurna.” “Aku merasa seperti bahasa ini sudah terinstal di dalam otakku. Aku bahkan bisa membaca semua tulisan yang melayang di sekitarku. Aku bingung menjelaskannya.” Herrscher terus berjalan melangkah membaca banyak tulisan yang melayang – layang. “Kau tidak perlu menjelaskan. Tentu aku sudah paham yang kau maksud.”
103.4K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as puisi tentang bahasa
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status