Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kanuragan Jati

Kanuragan Jati

Sesekali bunga-bunga itu rontok yang terbang terbawa angin kencang puncak gunung. Mendaki jalan yang terjal memerlukan kerjasama dan saling membantu. Para pendekar muda masih berada di kaki gunung. Mereka bertemu warga lokal yang memberikan petunjuk tentang kondisi puncak. "Puncak ini terkenal dengan keangkerannya. Tetapi jika kalian memiliki niat baik, mungkin kalian akan menemukan keberuntungan di sana," ujar seorang tua dengan rambut putih yang terurai panjang. Setelah melewati desa terakhir, mereka memasuki hutan lebat yang penuh dengan makhluk pengganggu. Semuanya bersatu untuk melindungi satu sama lain.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as puisi tentang gunung
Read
+Library
Rasa Tanpa Tatap

Rasa Tanpa Tatap

"Di belakangmu ada ladang anggur yang sangat luas. Sementara di depanmu ada wilayah pegunungan, dan tepat di atasnya matahari terik sekali. Di kaki gunung tersebut ada pepohonan yang rimbun, namun beberapa meter ke sini, hanya ada rerumputan, keduanya dipisahkan oleh sungai kecil." Kyran terdiam sejenak, sebelum berkomentar. "Gunung itu seperti apa? Bagaimana bentuknya?" Hening. Kini tatapan Ayers sepenuhnya tertuju pada gadis di sampingnya—merasa iba. "Memangnya tidak pernah ada yang memberitahumu seperti apa bentuk gunung?" "Isabelle pernah bercerita waktu kami kecil. Tapi aku ingin mendengarnya lagi," ucap Kyran, matanya berkaca-kaca sedang bibirnya berusaha tersenyum manis.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as puisi tentang gunung
Read
+Library
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Dan jauh di pegunungan yang menyentuh awan, lonceng tua berdentang tanpa disentuh tangan siapa pun, seolah menyambut kedatangan seseorang yang telah lama dinanti. Wu Teng terbaring tak sadar. Dunia belum tahu apakah ia telah menyelamatkannya. Atau justru membuka pintu yang lebih gelap dari sebelumnya. *** Gunung Langit tidak sekadar tinggi. Ia seperti niat yang membatu. Puncaknya menembus awan, seolah-olah dunia ini kurang cukup dan ia memilih berbicara langsung dengan langit. Tebingnya vertikal, licin oleh kabut tipis yang membeku menjadi lapisan es transparan. Angin di ketinggian berteriak seperti makhluk lapar yang tak pernah puas.
101.4K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as puisi tentang gunung
Read
+Library
Kultivator Inti Semesta

Kultivator Inti Semesta

Suara itu memekakkan telinga, membuat banyak penonton yang lebih lemah bergetar lututnya, bahkan hampir berlutut tanpa sadar. Dari pusaran itu, perlahan terbuka sebuah dunia. Pemandangan yang tersaji di balik pusaran membuat miliaran mata membelalak. Apa yang terlihat bukanlah sekadar tempat biasa. Gunung-gunung menjulang tinggi, puncaknya menusuk awan dan seakan tidak berujung. Pohon-pohon raksasa berdiri kokoh, batangnya sebesar benteng kuno, cabang-cabangnya menjalar panjang, membentuk jembatan alami di langit.
9221.3K viewsOngoingAdded to Library 7.1K Times as puisi tentang gunung
Show Reviews (106)
Read
+Library
Seutou kisaki
izin promosi novel judul : terkuat dari yang terkuat sinopsis: Dalam dunia sihir yang dibagi oleh kasta dan penindasan, Lennos, seorang cucu dewa terkuat, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh seorang pangeran ambisius. Menghadapi pengkhianatan dan kehilangan semuanya. genre - fantasi
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

Tidak ada lagi kecanggungan di sana, yang ada hanyalah antusiasme dua jiwa yang baru saja menemukan frekuensi yang sama. Zhou Xinyi menyesap tehnya, matanya berbinar menatap Lin Ruyue. "Aku tidak bercanda, Ruyue. Puisi yang kau tulis di antologi itu, terutama bagian tentang 'Angin yang merindukan puncak gunung namun terjebak di lembah' itu menjadi topik hangat di antara teman-teman sastraku. Mereka tidak percaya seorang Putri Kedua Kerajaan Qing bisa memiliki kedalaman melankolis seperti itu." Lin Ruyue tertawa kecil, pipinya merona tipis. "Itu hanya coretan saat aku sedang melamun, Xinyi. Aku tidak menyangka akan sampai ke telinga para cendekiawan."
105.5K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as puisi tentang gunung
Read
+Library
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Aku ingin mendekat, namun terhalang jarak, hanya mampu menatap, seperti awan yang tersembunyi di gunung. Cinta penuh di dadaku, tapi tak berani kuucap, bagaikan naga berdiam di dasar samudera. Saat guntur semi membelah langit, aku ingin terbang mengejarmu, agar kita pulang bersama.' Pale mengusap dadanya sambil menggelengkan kepala. Betapa dalamnya puisi itu, siapa sebenarnya nona yang majikannya lukis?
9.856.5K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as puisi tentang gunung
Show Reviews (18)
Read
+Library
nanadvelyns
Halo, para readers terkasih. Terima kasih banyak. Tanpa kalian dan editorku terkasih pula, Dalia tidak akan tersaji dengan lebih banyak warna. Dengan dukungan kalian pula, penulis berhasil membawa Dalia pada juara satu small writing contest dan menjadi top winner(。ノω\。)♡♡
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Read All Reviews
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Gunung-gunung batu ini bukan hanya tempat tinggal, tapi juga pelindung dari embusan angin berapi yang kadang bangkit saat kedua matahari menyatu di tengah langit. Setiap gunung batu memiliki nama dan cerita. Ada Gunung Silam, tempat para penenun angin menciptakan kain dari debu halus. Ada Karang Tundra, tempat para penjaga suara menjaga gema dari masa lalu. Dan ada Puncak Arah, tempat tertinggi di mana bendera Tilangkar berkibar diam—bukan karena angin, tapi karena keinginan untuk tetap berdiri.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as puisi tentang gunung
Read
+Library
Kultivasi Awan Surga

Kultivasi Awan Surga

Itu memang sebuah gunung, lengkap dengan flora hijau dan sungai-sungai kecil yang gemericik, bunga-bunga bermekaran dengan semarak—namun pemandangan itu tidak menghadirkan keindahan, melainkan beban yang menghancurkan, seolah-olah langit itu sendiri runtuh. Dengan aliran qi yang deras, gunung dalam genggamannya semakin membesar. Lima meter, enam meter, tujuh meter... sepuluh meter... Lin Zhao berdiri bak raksasa, memikul gunung tinggi-tinggi, menimbulkan kekaguman sekaligus teror yang seimbang. Kerumunan di luar arena tak kuasa menahan diri untuk tidak bergerak gelisah seiring perubahan ekspresi mereka.
9.2116.9K viewsCompletedAdded to Library 4.1K Times as puisi tentang gunung
Read
+Library
Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Cahaya lentera mereka berkedip-kedip seolah enggan menyinari jalan. Lei Tian berdiri di depan jalur bebatuan sempit yang melingkar naik ke atas gunung. Matanya menelusuri jalur yang tampak tak berujung itu. Angin menggoyangkan jubahnya, dan dari wajahnya yang tenang, bisa terlihat ketegangan yang mendidih di balik dada. “Gunung ini… bukan gunung biasa,” ujar Jin Wu, menghentikan langkah dan menatap ke atas dengan pandangan cemas. “Banyak biksu mati di sini, bahkan roh pun takut menyeberanginya.”
107.2K viewsCompletedAdded to Library 144 Times as puisi tentang gunung
Read
+Library
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dia tak bisa menahan diri untuk melantunkan bait puisi karya penyair terkenal tentang Gunung Angkara, "Berdiri di puncak tertinggi, memandang segala gunung jadi kecil." Tepat saat itu ... jelegar! Cuaca tiba-tiba berubah drastis. Guntur menggelegar dan petir menyambar sebuah puncak gunung gundul di kejauhan. Pemandangan itu membuat semua orang tercengang. Dalam sekejap, kilat menghilang dan asap hijau pekat mengepul dari puncak gunung tersebut. Nazar berkata dengan penuh semangat, "Bocah, inspirasi datang. Aku mau buat puisi."
9.51.1M viewsOngoingAdded to Library 43.1K Times as puisi tentang gunung
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status