Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Dan siluet pot tanaman hias di ambang jendela yang menantang langit gelap Jakarta. "Rasanya sangat sepi di sana?" tanyaku, memecah ritme ketikan keyboard-nya. "Sangat sepi." "Kamu benci kesepian itu?" "Dulu iya," aku Raina jujur. "Dulu, sepi berarti aku tidak berguna. Sepi berarti aku gagal mengamankan perimeter untuk Raka." Tarikan napasnya terdengar panjang dan lambat. Mengisi paru-parunya dengan udara yang sama sekali tidak dikontaminasi oleh kepanikan orang lain.
9.470.6K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as puisi tentang kesepian
Read
+Library
CINBU dan HURIN (Cinta Seorang Budak)

CINBU dan HURIN (Cinta Seorang Budak)

Aku segera merapatkan kerudung di depan wajah, SULTANKU Dari embus sepanjang gersang Sendiri terpasung kerinduan Hingga sunyi kian menjamah pilu Sedang pandang masih sejarak impi Aku bernama sepi Dalam riuh parasmu Tertahan yang pernah gagu di pelupuk Lalu sebisa hati kulerai cekatnya Dari embus sejauh angan Ingin kukabarkan Tentang luruh sekat memancang Tentang jemu semakin meradang Aku bernama sepi Tanpamu, sandar paling kekar Tanpamu, tatap paling debar Sedang di sini, masih kelu barang sepatah
105.9K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as puisi tentang kesepian
Read
+Library
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

Mereka tak menyalahkan gadis itu, menyadari sahabatnya sedang tidak sehat. Dalam kesendirian dan kesedihan tangan Raya mulai bergerak. Ia menuangkan isi kepala yang terlintas dalam bait-bait yang menyentuh. Kepergian temannya mengingatkan kembali kenangan saat berpisah dengan Rayi. Ia merasa kesepian. Tak terasa buliran hangat membasahi pipi gadis itu. *** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana
2.9K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as puisi tentang kesepian
Read
+Library
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

Tidak ada satu pun pesan masuk. Hatinya terasa kosong. Rasa lelah dan kesepian yang sulit dijelaskan perlahan menyeruak. Kini, di perusahaan hanya tersisa dia seorang diri. Tanpa sadar, dia pun membuka mulut. "Teresa." Ini adalah pertama kalinya dia menyebut nama itu sejak Teresa pergi. Nama itu seolah-olah membawa kutukan. Begitu diucapkan, dia teringat semakin banyak hal tentang Teresa.
8.9127.4K viewsCompletedAdded to Library 5.1K Times as puisi tentang kesepian
Read
+Library
Petaka Di Gunung Rinjani

Petaka Di Gunung Rinjani

"Itu sangat kesepian, Pak..." "Kesepian?" Pak Darto menatap bintang-bintang di atas. "Kesepian adalah teman terdekatku. Kesepian dan amarah. Keduanya tinggal di dadaku, mengisi ruang kosong yang ditinggalkan keluargaku." Mereka berjalan dalam diam untuk beberapa menit, hanya suara napas berat dan langkah kaki yang terdengar.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as puisi tentang kesepian
Read
+Library
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Namun juga menyentuh. Lalu… lantunan itu kembali. Namun kali ini… berbeda. Lebih dekat. Lebih dalam. Dan untuk pertama kalinya… mereka merasakan arti di dalamnya. Bukan kata. Namun rasa yang sangat kuat. Kesepian. Menunggu. Dan sesuatu yang tertahan sangat lama. Pelangi menahan air matanya. “Aku ngerasa… dia sendirian,” bisiknya.
975 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as puisi tentang kesepian
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kata-kata itu meledak dengan semangat pemberontakan, kesepian, dan kejujuran yang brutal—hal-hal yang tidak pernah ia temukan dalam puisi-puisi kekaisaran yang membosankan dan penuh basa-basi. Sori terduduk lemas di kursi. Harga dirinya sebagai penyair terkenal di Bakkara runtuh seketika. "Hanya dengan satu kalimat ini..." bisiknya dengan suara serak, "setidaknya aku akan terbayang-bayang sepanjang hidupku. Bagaimana bisa dia menuliskan jiwa manusia hanya dalam empat kata?"
101.1K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as puisi tentang kesepian
Read
+Library
Sentuh Aku Seperti Kau Milikku

Sentuh Aku Seperti Kau Milikku

Leah menatapnya dengan lembut, menunggu beberapa detik sebelum bertanya “Sudah lama kamu merasa begitu?” Kael tidak langsung menjawab. Ia menunduk, menatap lantai rumah kaca yang basah karena embun, lalu memainkan jemarinya pelan. “Aku nggak ingat kapan mulai ngerasainnya. Tapi rasanya… selalu ada. Kayak duduk di ruangan penuh orang tapi tetap aja hampa. Mereka ngomong, tapi aku cuma dengar suara.” Leah mengangguk pelan, mencondongkan tubuh sedikit, nadanya tetap lembut dan stabil. “Dan kamu pikir itu kesepian?”
107.9K viewsOngoingAdded to Library 227 Times as puisi tentang kesepian
Read
+Library
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Suara kendaraan belum ramai, langit masih pucat, dan angin membawa sisa embun dari taman di bawah. Entah kenapa, kesunyian itu terasa aneh—bukan menakutkan, tapi juga bukan damai. “Mungkin ini yang disebut sepi yang jujur,” gumamnya pelan. ⸻ Hari-hari setelahnya berjalan lambat tapi stabil. Nayla kembali menulis—bukan tentang cinta, bukan tentang kehilangan, tapi tentang waktu. Tentang bagaimana hidup terus berjalan meski semua yang kau genggam terlepas satu per satu.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as puisi tentang kesepian
Read
+Library
Ayah Anakku Ternyata Musuhku

Ayah Anakku Ternyata Musuhku

Ia mengusap air matanya yang terus jatuh, berusaha menghapus bukti dari kesepiannya. "Aku merindukanmu, kenapa meninggalkan aku di sini? Aku mau pulang...Aku merindukan rumah. Aku tidak mau tinggal di sini," tangisnya pecah, suaranya lirih, namun begitu dalam menggambarkan perasaannya. Hatinya seakan-akan dihimpit oleh kerinduan dan kesepian yang tak terucapkan. Wilson terus berjalan, dengan air mata yang membasahi wajahnya, di bawah sinar bulan yang sepi dan dingin.
104.0K viewsCompletedAdded to Library 137 Times as puisi tentang kesepian
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status