Ayah Anakku Ternyata Musuhku
Ia mengusap air matanya yang terus jatuh, berusaha menghapus bukti dari kesepiannya.
"Aku merindukanmu, kenapa meninggalkan aku di sini? Aku mau pulang...Aku merindukan rumah. Aku tidak mau tinggal di sini," tangisnya pecah, suaranya lirih, namun begitu dalam menggambarkan perasaannya. Hatinya seakan-akan dihimpit oleh kerinduan dan kesepian yang tak terucapkan. Wilson terus berjalan, dengan air mata yang membasahi wajahnya, di bawah sinar bulan yang sepi dan dingin.