Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hush! No Drama Allowed

Hush! No Drama Allowed

Kuatkan hamba! Samudra You told me your name. (Kamu menyebutkan namamu) The word said it all. (Kata itu menjelaskan segalanya) It suited you well. (Cocok sekali dengan dirimu) Tremendous amount of water in the ocean (Begitu banyak air di lautan) surged crushing my unatended soul, (Menghempas jiwaku yang tak terjaga) made me believe it could quench my thirst. (Membuatku percaya bahwa air itu akan menghilangkan dahagaku)
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi tentang lautan
Baca
+Pustaka
Lepas dari Keluarga, Hilang di Laut

Lepas dari Keluarga, Hilang di Laut

Uang, kekuasaan, status… hal-hal yang dulu buat mereka bangga, kini terasa begitu hambar dan tak berarti di hadapan kehilangan yang sesungguhnya. Terkadang, mereka pergi ke laut tempat abu Isyana disebar. Mereka duduk di atas batu dan berbicara kepada ombak yang tiada henti, menceritakan apa yang terjadi di rumah, mengungkapkan betapa menyesalnya mereka atas segalanya, betapa rindu mereka padanya. Namun, angin laut hanya membawa suara mereka pergi, tak pernah bawa balasan dari Isyana.
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai puisi tentang lautan
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Ia adalah air laut yang dikondensasi menjadi bentuk spiritual, didorong oleh kekuatan angin yang ganas, dan disalurkan oleh kebencian yang putus asa. Makhluk biru-putih itu meraung, bukan dengan suara biasa, tetapi dengan frekuensi yang menyerang gendang telinga dan Prana batin secara simultan. “Kau pikir racun murahanmu bisa menghentikanku?” teriak Rimasuri, suaranya kini seperti pecahan kaca yang dibawa badai.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai puisi tentang lautan
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Anggap Mandul

Istri Yang Kau Anggap Mandul

Mas Raja: "Alya Humaira, Aku rindu" Cairan bening langsung memenuhi kedua pelupuk mataku begitu membaca pesan itu, dan sedetik kemudian cairan bening itu mulai menganak sungai di kedua pipiku.
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai puisi tentang lautan
Baca
+Pustaka
Dibuang Badboy Dinikahi Mafia Obsesif

Dibuang Badboy Dinikahi Mafia Obsesif

Lampu-lampu jalan kuning temaram memantul di permukaan air. Mereka melangkah pelan, seolah tak ingin cepat-cepat meninggalkan momen berharga itu. Suara ombak kecil berkejaran di kaki dermaga, bak simfoni alam yang menenangkan. Laura menatap jauh ke batas laut, rambutnya sedikit tergerai tertiup angin. “Tempat ini … pernah menjadi rumahku yang nyaman.” Katanya pelan sambil menatap deburan ombak.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai puisi tentang lautan
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

"Lautan tidak akan berkhianat pada darahnya sendiri." Pesan dari Mimpi Malam di Jeju berpendar dalam kesunyian yang ganjil. Ombak yang biasanya berbisik lembut di pesisir kini berdentum seperti gelombang yang marah, menggulung kenangan-kenangan yang belum sempat menetap. Di balik jendela penginapan tradisional, Sinta terbaring gelisah. Ia merasa seolah-olah waktu melambat, menggantungkan dirinya di antara batas sadar dan tak sadar.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai puisi tentang lautan
Baca
+Pustaka
Mafia Dilarang Mencintai Siapapun

Mafia Dilarang Mencintai Siapapun

balas Law tanpa ragu menyatakan kalau ia sudah benar-benar membenci laut. "Kenapa?" "Rahasia." Elia menunduk, menelan perkataannya sendiri tanpa berniat mengulik masa lalu Law yang diketahuinya cukup menyedihkan, yang Elia tahu Law berasal dari panti asuhan dan diadopsi keluarga Rollan, namun tidak lama orang tua asuhnya kecelakaan dan berakibat kehilangan keluarga untuk kedua kalinya. Entah apa hubungan laut dengan masa lalunya, yang jelas tampak bukan memori indah. Ia kemudian menyanggah dengan ceritanya, "Kalau aku sangat suka dengan laut, tiap gelombang ombaknya seakan menyimpan kenangan indah yang tidak akan pernah bisa terulang. Jadi, jika sedang rindu dengan hal indah itu, pergi ke pa
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai puisi tentang lautan
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Dibacakan puisi tujuh hari tujuh malam pun tidak akan terasa syahdunya. "Saya tidak berani meminta apa-apa lagi, Pak. Apa yang Bapak lakukan sampai hari ini saja, saya tidak tahu harus mengatakan apa. Mengucapkan terima kasih seratus kali pun, rasanya belum cukup," ujar Suri setelah Damar duduk di sampingnya. "Jujur akhir-akhir ini saya sedang mencari-cari kosa kata di atas kalimat terima kasih, yang ingin saya ucapkan pada Bapak. Masalahnya saya belum menemukannya," ungkas Suri terus terang.
1082.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai puisi tentang lautan
Baca
+Pustaka
Cucu Kegelapan

Cucu Kegelapan

Sulit untuk melihat detail wajah seseorang dengan jarak sejauh itu. Venus menghela napas. Matanya beralih menatap cakrawala. Suasana hatinya semakin lama semakin tenang. Namun, kita tahu, setenang apapun sebuah laut, ia tak pernah benar-benar terbuka. Kita tahu, laut bisa dan sudah terbiasa berbohong. Ia tenang, begitu penuh keindahan. Hal-hal yang penuh dengan warna biru dan corak keragaman makhluk bawah air. Hal-hal yang laut buat untuk mengalihkan perhatian kita dari palung hatinya yang terdalam. Dan, jika sudah tak tahan lagi, laut bisa meluapkan emosinya dalam sejuta cara.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai puisi tentang lautan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status