Aroma Dalam Mimpi
Setelah beberapa saat, ia akhirnya berhasil mengeluarkan kata-kata meskipun suaranya terdengar sedikit bergetar.
“Maaf, aku hanya… banyak yang kupikirkan,” ucapnya, nada suaranya terdengar lelah sekaligus bimbang, seperti seseorang yang baru saja terjaga dari mimpi yang begitu menguras emosi.
Sejak ia membuka mata pagi ini, pikirannya tak pernah lepas dari bayang-bayang mimpi yang dialaminya semalam. Mimpi yang terasa begitu nyata, begitu hidup, seolah-olah bukan sekadar ilusi yang tercipta dalam tidurnya, melainkan potongan memori yang benar-benar terjadi. Setiap detail adegan itu terpatri dengan jelas di benaknya, membakar kesadarannya dengan begitu intens.
Bab Populer