Pura-Pura Rebahan
“Ada-ada saja kamu, Vio. Okelah, sekali-sekali nyenangin istri, boleh deh .... “ Dia tersenyum mengejek.
Aku merengut, kesal sekali diejek begini. Awas saja kalau bantal ajaibku sudah ketemu, akan kukipaskan isinya di hadapan pria pelit dengan julukan Tuan Crab ini.
Beberap saat berlalu. Kini kami telah tiba di tempat pembuangan sampah. Di depan sana, terlihat truck sampah berjejer rapi dan siap menumpahkan muatannya.
“Tidakkk!!!” jeritku sembari turun dari motor Mas Nizar dan berlari ke tumpukan sampah yang menggunung itu.
“Viioo!!!” Terdengar teriakan Mas Nizar, tak kuhiraukan.