Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bungkusan kresek di tempat sampah

Bungkusan kresek di tempat sampah

tanyaku. "Iya, ayo!" ucapnya. Aku pun segera mengambil dua kantung kresek berisi sampah lalu berjalan menyusuri kebun singkong hingga melewati dua buah rumah kosong yang telah lama terbengkalai. "Hiyyyyy kok tiba-tiba suasana mencekam gini ya," ucap bu Ningsih. "Ayo kita cepat-cepat buang sampahnya!" ucapku sambil mempercepat langkahku. Hingga akhirnya kami tiba di sebuah bak besar tempat para warga membuang sampah.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai puisi tentang sampah
Baca
+Pustaka
Nambah Lagi Dong, Sayang

Nambah Lagi Dong, Sayang

sahut Jabrik tanpa menoleh pada Sakti yang duduk di sebelahnya. Dia memandang tumpukan sampah yang semakin hari semakin menggunung. Tidak ada solusi. Padahal yang mencari rongsok kian hari kian bertambah layaknya semut ketika ada tumpukan gula. Namun, yang diambil hanya barang yang bisa dijual kembali sementara sampah terus membusuk. Terkena hujan dan panas.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai puisi tentang sampah
Baca
+Pustaka
Menaklukkan CEO Playboy

Menaklukkan CEO Playboy

Ketika dia hendak membuangnya ke tempat sampah, Javier memanggilnya, mendorongnya untuk tidak melakukannya. “Kau harus merendamnya dalam air lalu membuangnya ke toilet,” saran pria itu. “Mengapa?” Ella bertanya tidak percaya, alisnya melengkung ingin tahu. “Karena bahkan ketika kau merobeknya seperti itu, tintanya tetap ada dan orang-orang masih bisa menyatukannya.” Javier mengangkat satu jari dan tersenyum. “Sebelum kau memberi tahuku bahwa tidak ada yang akan membuang sampah kita, pikirkan lagi. Aku lebih berpengalaman dalam hal ini. Salah satu saudara laki-lakiku pernah menulis surat cinta di sekolah menengah, tetapi karena dia tidak dapat mengirimkannya kepada gadis itu, dia merobeknya j
10283.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai puisi tentang sampah
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Desy Tri Artika
buku ini cerita nya sebenrnya bagus, tapi karna buku ini adalah terjemahakan makanya kadang ada bbrp kalimat yg perlu untuk di baca dua kali agar dt dipahami...kalaunpembaca yg terbiasa dengan novel luar terjemahan seharus nya bisa mengerti....ditunggu ya thor sekuel nya....like it
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Dewa

Dewa

Rakyat butuh bukti bukan hanya omong kosong! Kali ini pandangan Dewa mendelik heran. Di samping pasar Bandongan, tepatnya di pinggiran jalan masuk ke ruko-ruko kecil, di sebelah kanannya ada tumpukan sampah dan berbagai tong sampah. Sampah-sampah itu biasanya akan diangkut oleh truk pengangkut sampah untuk diolah kembali atau pun dibuang ke sebuah tempat. Di sana belum ada truk yang biasa mengangkut gundukan sampah-sampah itu. Adanya seorang lelaki muda berparas kusam, dengan balutan seragam sekolah SMP, putih blue donker yang sedang mengosek-ngosek sampah tersebut, dan memasukkan sampah pilihannya seperti kaleng dan botol aqua ke dalam karung yang dibawanya. Secepatnya Dewa mengerem mesin m
9.97.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai puisi tentang sampah
Baca
+Pustaka
Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

cibir Tora sinis. “Bukan,” kata Lestari, sama sekali tidak terpengaruh. “Waktu aku masih kecil di desa, nenekku selalu bilang tidak ada yang benar-benar sampah. Kain sisa bisa jadi selimut. Nasi sisa bisa jadi kerupuk. Batang padi sisa panen bisa jadi atap.” Tora menatapnya tak percaya. “Tari, dengan segala hormat, ini bukan dongeng dari desamu. Ini bisnis bernilai miliaran yang terkontaminasi pestisida. Ini masalah serius.”
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai puisi tentang sampah
Baca
+Pustaka
The Hero of My Life

The Hero of My Life

ucap Lintang. "Tidak apa-apa, Lin. Lebih baik kamu lepaskan semua. Jangan menyimpan sampah di hati. Hanya akan membuat busuk hidup kita," kata Diana. Hatinya ikut merasakan pilu dengan apa yang Lintang luapkan hari itu. Lintang melihat Diana. Dia membenarkan kata-katanya. "Jangan salah paham. Yang aku maksud dengan sampah bukan ayahmu. Luka, kecewa, rasa marah, dan benci, itulah sampah yang harus dibuang," lanjut Diana.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 483 kali sebagai puisi tentang sampah
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Ayunina Sharlyn
Hai sweet readers, kalau baca bab ketemu Dokter Thomas, kasih bocoran ya... Dokter Thomas punya kisah juga lo, di novel Antara Arnesya dan Agnesia. Penasaran kisah serunya? Udah ada cetaknya. Boleh tengok IG ayunina.sharlyn biar dapat infonya ya ...
Damara_dini
Kakk.. aku author Damara_dini anak padepokan incess Alya.. baca blurbnya bagus kak.. mau masukin ke rak.. semoga jodoh ya sama novel Kakak.. aku kasih vote Dan Kakak vote balik ya.. moga bantu nyala bintang atau rating ya..
Baca Semua Ulasan
Satu Atap

Satu Atap

Seharusnya itu pekerjaan petugas kebersihan sekolah, tapi berhubung petugasnya sedang cuti, hal itu langsung diserahkan pada Lisa dan Ares sebagai hukuman. Karena lelah, Lisa akhirnya duduk di atas batu tak jauh dari tempatnya berdiri. Ia menghela napas, mengambil satu sampah plastik bekas snack, mengamatinya. Akhir-akhir ini Lisa sering mendengar berita betapa menumpuknya sampah di bumi. Di beberapa Tempat Pembuangan Akhir dekat kotanya bahkan sampai menggunung dan ditutup untuk sementara waktu karena tidak bisa lagi menampung sampah. Tak perlu jauh-jauh, sampah di lingkup halaman belakang sekolahnya sudah semengerikan ini, apalagi di lingkup yang lebih luas seperti lingkup dunia.
9.6150.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai puisi tentang sampah
Tampilkan Ulasan (52)
Baca
+Pustaka
IamBlueRed
Hai, pembaca Satu Atap! Aku harap kalian suka ceritaku dan nggak lupa kasih review. Ehe. Ini cerita baru jadi butuh review buat hidupin bintang di Satu Atap. Yaudah, gitu aja. Thanks atas partisipasi kalian yaudah buka part locked. Terima kasih banyak.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

"Kau ingin tetap di sini memangnya? Tentu saja kita masuk ke dalam bagian intinya. Kau belum menyelesaikan perjalanan jasad si kecoa." Dan si kecoa tak ada ahlak itu pun harus aku lanjuti lagi... *** Aku melihat sekali tumpukan sampah yang bertebaran di pinggiran kota. Entah ada berapa jumlah sampah plastik yang bisa jadi bahan bakar vulcano. Orang-orang bodoh terkadang memilih beberapa teori liar tentang membuang sampah di kaki gunung. Aku pun merayap secara hati-hati sekali di salah satu kaki gunung.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai puisi tentang sampah
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Sampah

Aku Bukan Sampah

Dia duduk di meja yang berseberangan dengan meja Yoga dan teman-temannya. Alice yang menyadari bahwa ada Yoga disana timbul keinginan untuk menghina habis-habisan Yoga. Bagaimanapun dia begitu membencinya. “Mungkin itu bau sampah yang berada disebelah kita” Alice menjawab Yuli sambil melirik ke Yoga. “ Oh iya...kamu benar Alice...ternyata ada sampah yang duduk di sebelah kita...benar-benar pria tak berguna” Yuli tertawa setelah mengatakannya.
9.517.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai puisi tentang sampah
Baca
+Pustaka
Menantu Sampah Ternyata Tuan Muda

Menantu Sampah Ternyata Tuan Muda

Vina merangkul lengan Andre dengan mesrahnya. Andre mengangguk lalu melirik ke Desta dengan tatapan memperingati, lalu berkata, “Sampah, di area wisata sana banyak sekali sampah yang murah. Kamu lebih enak untuk memungut barang disitu. Aku akan membawa calon istrimu ke area harta karun dulu ya.” Selesai bicara, keduanya pun langsung naik ke lantai tiga. Desta tersenyum dan menggelengkan kepala lalu mengikuti kedua orang itu.
10902 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai puisi tentang sampah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status