Misteri di Rumah Mertua
ujar Sabrina, terus menatap Ayu.
"Siapa dulu, dong ibunya. Tsania, gitu loh."
"Halaah ... sekarang muji-muji sendiri, kemarin-kemarin, tuh pipi banjir air mata."
Aku mengerucutkan bibir seraya menarik pelan rambut Sabrina yang mengejekku.
Ya, tidak aku pungkiri, memang yang dikatakan Sabrina benar adanya.
Air mata menjadi pengiring di detik-detik kelahiran Ayu. Kebohongan Mas Rendra beserta keluarganya yang membuatku harus korban air mata dan tenaga demi membongkar rahasia mereka.
Hot Chapters