IBUKU PELAKOR
Sepertinya menyusun puzzle saja rasanya.
Dengan telaten, aku menyatukan setiap bagian. Robekannya tidak beraturan, ada yang besar, ada yang kecil bahkan serpihan. Sepertinya, Arsen berusaha memasukkan ke mulutnya, sebab ada bagian yang sedikit lembab.
Sedikit demi sedikit, bisa juga surat itu kembali tersusun, tak ada bagian yang hilang. Hanya karena robekannya ada yang sangat kecil juga ada yang lembab, ada beberapa huruf yang tak kelihatan dengan jelas.