Penyamaran CEO Tanaka
Di halaman terakhir, ia menulis satu kalimat:
“Cinta tanpa kejujuran hanyalah penyamaran yang lain.”
Ia menatap tulisan itu lama, lalu menutup bukunya pelan.
Air mata mengalir di wajahnya — sesuatu yang jarang terjadi pada seorang Tanaka.
“Besok,” ucapnya pelan, “aku akan bicara. Apa pun risikonya.”
Namun di dalam hatinya, ia tahu — terkadang, kebenaran datang tidak untuk menyembuhkan, melainkan untuk menguji siapa yang benar-benar mampu bertahan setelah luka terbuka.