Ketika Takdir Menyapa
“Refreshing saya ya di rumah, Bu. Kalau sudah ketemu Ibu dan anak saya, rasanya energi saya langsung full lagi.”
Dita tertawa kecil, seperti mengerti betul perasaan itu.
“Ya memang begitu ya seorang ibu. Healing-nya nggak perlu jauh-jauh, cukup di rumah, lihat senyum anak, hati langsung sembuh.”
Saras hanya tersenyum hangat, tenang, seakan kalimat itu benar-benar menjadi obat paling ampuh untuk hari yang baru dimulai.
Hot Chapters