MY TOXIC Husband
“Aku takut, Om… takut kehilangan orang sebaik Om... Aku takut banget…”
Mata Kaiden melebar, terkejut oleh kepedihan yang dituangkan Quensa, lalu tanpa ragu ia menarik pinggang Quensa dengan lembut, mendekapnya jatuh dalam pelukannya yang hangat.
“Apakah kamu medoakan saya mati, Hem?” gumam Kaiden, suaranya lembut namun menusuk kalbu.
“B-bukan begitu, Om… Aku… aku takut. Aku tak punya siapa-siapa lagi selain Om,” bisik Quensa, air matanya tak berhenti menetes meski suaranya bergetar.
Sikat na Kabanata