Dunia yang Terlupakan: Jalan Sang Jenius
Di hadapan ratusan calon murid dan undangan dari seluruh wilayah, Rainer berdiri di podium terbuka, bersama Elyse dan para dewan guru pertama yang dipilih berdasarkan kemampuan, bukan garis keturunan.
"Akar pengetahuan," ujar Rainer membuka pidato perdananya, "bukan untuk mereka yang dilahirkan dengan hak istimewa. Akar itu tumbuh pada tanah yang subur: keingintahuan, kerja keras, dan keyakinan bahwa semua orang bisa berkembang."
Suara tepuk tangan menggema, namun Rainer tidak berhenti di situ.
"Di sini, kalian tidak hanya akan belajar cara mengendalikan sihir atau menulis dokumen hukum. Kalian akan belajar memahami dunia, memahami orang lain, dan memahami diri sendiri."
Hot Chapters