Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TERIKAT PERJODOHAN

TERIKAT PERJODOHAN

“NATHANIEEEEL!!!!!” * Semarang?! CGK-SRG Rega menatap tiket yang baru saja Niel bagikan. Tangannya mencengkeram erat sisi-sisi alat yang akan membawanya ke dalam liburan— yang ia pikir seru. “Sejak kapan Ngurah Rai jadi SRG kode airport-nya, Babik?!” Geramnya. Ia membayangkan pantai dan bule-bule cantik yang dapat memanjakan matanya ketika memakai bikini. Memupuk semangat sehingga bisa menyelesaikan soal ujiannya secepat kilat tanpa diserang mabuk materi. Dan sekarang bayangan tersebut menghilang tergantikan oleh patung kuda Pangeran Diponegoro.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 215 Times as rage room semarang
Read
+Library
Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

bisik Raven di telinga Sera, dan mengecup ceruk leher wanita itu sejenak. Sera menahan napasnya. Sebelum akhirnya mereka memasuki lift. Raven menekan tombol angka 3 yang merupakan lantai paling atas, melewatkan lantai dua. Di lantai tiga itu ternyata ada home theater, dengan desain seperti mini bioskop. Selain itu ada ruangan gym, perpustakaan dan rooftop lounge yang mengarah ke taman belakang. Selesai dengan lantai tiga, Raven membawa Sera turun ke lantai dua menggunakan lift.
1045.4K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as rage room semarang
Show Reviews (16)
Read
+Library
Valenka Lamsiam
selalu seruuuu, bikin penasaran. si raja tega, es batu, dan tak berperasaan diawal. dan pasti nantinya kena kutukan jadi pria bucin parah gak ada obat. ehhh cerita kali inimah agak lain. dari awal bertemu aja sudah kena kutukan tuh bang revan. normalnya cuma berlaku buat sera aja.
radayinta
Semangatz kak ocha, aku selalu menunggu dan membaca karya-karyamu Cerita ini agak beda dengan yang sebelumnya, namun untuk latar belakang, yang satu kaya dan satu miskin sudah biasa di jadikan dalam latar belakang cerita, jadi tetap lanjutkan ceritanya kak
Read All Reviews
Menikahi Asisten Sang Presdir

Menikahi Asisten Sang Presdir

Di sisi lain, perempuan itu juga malas harus berkelit dengan Maryam. Karena lift sedang padat, Luna memilih tangga menuju lantai 12. Menurut keterangan Maryam, ada lima kamar yang sebentar lagi bakal diisi para peserta seminar. Diingatnya lagi nomor-nomor yang disebutkan sebelum mengeceknya saat sampai di lantai tujuan.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as rage room semarang
Read
+Library
Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku

Wanita di depannya mengangguk dan kembali ke meja kerjanya. Bara membuka pintu kaca bertuliskan ‘CEO ROOM’ wajah kusut Atma menyambut pria dengan setelan jas. “Dia gak bisa gini dong, Bar!” “Gue kira lu sudah pinter Jay, ternyata belum.” Atma menatap Bara tak terima. “Ya gue kira lu bisa mikir dikit, kalau rapat diadakan di Semarang itu artinya kita bisa pulang lebih awal, dan lu tahulah maksud gue.”
9.434.6K viewsCompletedAdded to Library 865 Times as rage room semarang
Read
+Library
AMORAGA

AMORAGA

"Atuh boleh, dong. Apasih, yang enggak buat anak ganteng kaya Raga." "Ya udah. Ayo masuk! Langsung aja ke lantai 3. Kamar Non Amora pintunya warna pink." Raga mengangguk, lalu berjalan menaiki tangga. Meskipun ada banyak anak tangga yang harus ia tempuh, Raga berusaha menahan lelahnya. Sampailah ia di lantai 3. Ia melihat Bi Daru keluar dari lift. Raga melongo. "Kenapa gue gak tahu, kalo ada liftnya?"
109.0K viewsOngoingAdded to Library 270 Times as rage room semarang
Read
+Library
Memoar Rasa

Memoar Rasa

Lagipula gaji part-time ku tidak akan cukup untuk membayar hotel di tengah kota. Jadi aku memutuskan untuk tinggal di sebuah hotel kecil namun nyaman untuk ditinggali oleh kami berdua. Kami bekerja di tempat yang sama yaitu sebuah Non-Governmental Organisation yang berkantor di pusat kota London. NGOs itu berfokus di bidang pendidikan dan pembangunan karakter anak muda di seluruh dunia.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as rage room semarang
Read
+Library
THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY

THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY

Sejurus kemudian, lima penjaga gedung merangsek kerumunan wartawan dan membukakan jalan untuk Elena dan mengawalnya menuju ruangan luas yang di sebut Hall Of Heroes, sebuah ruangan besar berukuran satu lapangan bola yang peruntukan untuk para Rifter mengambil misi, melakukan jual beli, berbagi informasi dan lainnya. Ruang yang bernuansa futuristik itu dipenuhi oleh ratusan Rifter dari penjuru dunia dan juga tentara bayaran dari berbagai ras yang bekerja untuk Rifter yang menyewa mereka untuk menjalankan misi juga turut hadir memenuhi setiap sudut ruangan. Dengan konsep tempat yang di buat seperti pusat hiburan malam, deretan Bar dan konter makanan berjejer rapih di bagian samping balairung.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as rage room semarang
Read
+Library
Rasa Dari Keremajaan

Rasa Dari Keremajaan

"Email ke-50 baru saja dibalas. Isinya: 'Terima kasih atas tawarannya, tapi kami sedang efisiensi anggaran'. Emotikon senyum terbalik." Shinta mengetuk-ngetuk kalkulatornya dengan frustrasi. "Kita baru mengumpulkan 3 juta. Itu bahkan tidak cukup untuk sewa tenda, apalagi panggung dan sound system. Raihan, logikamu bilang apa sekarang?" Aku memutar pulpen di tangan. Suasana ruangan ini suram, lebih mirip rumah duka daripada markas perjuangan. "Logikaku bilang..." aku berdiri, berjalan ke papan tulis. "Kita salah strategi."
103.9K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as rage room semarang
Read
+Library
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Kompleks perumahan yang setahu Diana cukup elit di Semarang. Diana berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang menjulang tinggi. “Mba Novia, aku udah di depan rumah Bukitsari Raya IV Nomor 56 ya” Diana menelepon dari dalam mobil. “Masuk dulu ya Di, Mama belum selesai. Bentar aku bukain pintu” jawab Mba Novia dari ujung telephone. Ketika Diana melewati pagar, tak henti Diana kagum dengan rumah dua lantai bercat putih dengan pilar – pilar di depannya. ‘Ini mah istana, bukan rumah’ gumamnya.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as rage room semarang
Read
+Library
Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Pasokan oksigen tiba-tiba menipis. Dipta mengeratkan pelukannya. Membuat Aina napas semakin terasa sesak. "Aku merindukanmu. Kamu yang seperti ini." // Rizal menapakkan kaki di pelataran sebuah mansion tua di Kabupaten Semarang. Mansion itu terletak di kaki Gunung Ungaran, di tengah-tengah perkebunan teh milik papanya yang mantan anggota DPR. Dia melangkahkan kaki memasuki halaman megah mansion yang berpaving rapi. Di kiri-kanan mansion itu berjajar pohon-pohon rindang, sementara di depan teras berjejer pucuk merah setinggi pinggang. Di tengah-tengah halaman terdapat air mancur kecil yang menghasilkan bunyi gemericik.
1029.8K viewsCompletedAdded to Library 835 Times as rage room semarang
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status