Tetanggaku Rajin (Minta)
“Gue lebih suka elu manggil gue … MARIMAKAN! Bwahahaha ….”
“Dasar kemprusss!”
“Bilang, dong, Rin! Elu mau kemana?”
“Diih, rahasia!”
“Rin! Kasih tau dong!”
“Bayar!”
“Oke, nih, dua puluh rebu!” ujarnya sambil merogoh kantong bajunya, lalu menyodorkan selembar uang berwarna hijau.
“Ini buat aku?” tanyaku senang, ia pun mengangguk. Cepat-cepat aku sambar sebelum dia berubah pikiran.