Seribu Pintu Sindukala
Sependek pengetahuan Raesaka, ibunya tidak pernah mengikuti pameran resmi di mana pun, dan ia pernah membuka kelas melukis di sini, tapi karena kurangnya peminat dan banyak yang berhenti di tengah jalan, kelas melukis itu ditutup.
Ketika menengok ke dalam toko melalui jendela besar, dan melihat mesin fotocopy di sana, Raesaka ingat bagaimana Aditya, salah satu pegawai di toko, mencetak lukisan yang dipesan pembeli. Cetakan lukisan itu dimasukkan ke dalam amplop coklat beraroma bunga, dilengkapi cap dan/atau tanda tangan Marsala. Tidak lupa menyelipkan bonus seperti gantungan kunci, sticker, buku tulis kecil, atau pembatas buku—tergantung pilihan Aditya.
Bab Populer