Mendadak Kembar
sapa sebuah suara, sambil menurunkan kaca mobil.
"Eh Mas Bram."
"Kamu mau kemana Mel?"
"Mau berangkat kuliah Mas."
"Kamu kuliah dimana?"
"Di Monash."
"Oh kebetulan, saya juga kuliah di sana, saya ambil program magister."
"Oh, kalau Mel baru ambil program sarjana Mas."
"Ya udah, kita bareng aja yuk. Kita kan searah."
Melati tidak punya pilihan lain, jika naik kendaraan umum dia bisa terlambat, akhirnya dia pun menuruti Bram. "Terimakasih banyak Mas." kata Melati.
Hot Chapters