PULANG DARI RANTAU
Rara mempersilakan mereka duduk.
“Mau minum apa? DIngin atau panas?” Rara berdiri dan menatap Cahaya.
“Gak usah repot-repot, Mbak.” Cahaya merasa sungkan.
“Gak apa-apa, Mbak Aya. Suami kamu sudah biasa merepotkan,” kekeh Mas Laksa seraya menoleh pada sohibna yang sudah duduk pada sofa.
Rara mendelik ke arah suaminya, “Mas, hush! Masih lebaran!” tukas Rar seraya terus meninggalkan mereka untuk mengambil suguhan.