Renjana
rengeknya sambil memukul tanganku, aku masih tertawa karena geli melihat ekspresi kagetnya si’anak setan’.
“Kamu ngapain cari laba-laba, kayak gak ada kerjaan saja,” tukasku terheran-heran.
“Aku mau jadi spidelmen, makanya aku cari laba-laba,” dasar anak-anak, mana bisa jadi spiderman, itu hanya fiksi nak, fiksi!
“Terserah kamu lah, mau kamu jadi laba-laba, kodok, semut atau ikan kek, itu malah lebih baik. Dasar aneh.
Hot Chapters