Sang Abdi
Demikian bunyi pesan dari nomor yang tak dikenalnya itu.
Merasa tak mengenal nomor itu, Farhan membalas pesan itu, "Maaf, ini dengan siapa?"
Tak lama pesannya dibalas, "Seseorang dari masa lalu."
Kening Farhan berkerut, Siapa ini? pikirnya. Lalu dibalasnya lagi, "Siapa ya?"
"Masih ingat siapa yang pernah menumpahkan tinta di mejamu?" balasnya.
Farhan berpikir sejenak. Dia bisa menebak, tetapi tak mungkin orang itu bisa tahu nomor teleponnya. Nomor telepon yang digunakannya adalah nomor yang baru digunakannya sejak pindah ke Solo.
Hot Chapters