Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Disangka Montir, Ternyata Suamiku Tajir Melintir

Disangka Montir, Ternyata Suamiku Tajir Melintir

Terdapat sepeda usam di samping rumah pada pondok kecil seperti tempat parkir ber atap daun. Renja meninggalkan sapu halamannya, dia baru melihat sepeda hari ini sebab baru mencoba mendekati tempat itu. Renja mengecek keadaan sepeda, tidak ada kerusakan kecuali ban yang sedikit kempes. Renja naik di atasnya, mengayuh di sekitar saja untuk pengetesan.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

Jarak tempat duduk kami pun lebih jauh dari biasanya. “Qi, ransel kamu dipakai di belakang aja, ya,” ucap Bia sesaat sebelum kunyalakan mesin motor. Memang sudah menjadi kebiasaanku selalu memakai ransel di depan dada saat membocengkan Bia. Karena jika kupakai ransel seperti biasa maka tempat duduknya akan semakin berkurang. “Memangnya kamu ngga sempit, Bi?” tanyaku seraya menoleh ke belakang.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Gadis Di Ujung Cangkir

Gadis Di Ujung Cangkir

tanya si pria tersebut. “Tadi ketika bersepeda ada seekor kucing yang berlari melintas di depan sepeda saya. Saya langsung membuang arah sepada menjauhi kucing tersebut. Saya rem dengan sangat kuat karena ketika saya membuang arah setir saya, ada seorang anak kecil yang sedang berdiri. Dengan sangat kuat saya rem dan kemudian saya pasrahkan diri saya untuk menabrakan sepeda saya ke tempat sampah, karena saya juga dalam keaadaan tidak bisa berhenti. Untung saja saya menggunakan helm jadi saya sempat berpikir kalau saya aman saja. Ternyata belum rejeki, lutut saya belum saya lengkapi dengan protector” jelas si pesepeda sambil sesekali meringis menahan sakit di lututnya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Once then Forever

Once then Forever

Sembari keluar dari ruangan pribadinya, pria itu berjalan dengan ponsel tertempel di telinga. Solusi untuk perkara main sepeda sudah didapatkan beberapa waktu lalu. Sera boleh belajar menaiki benda itu tanpa dirinya. Dengan catatan, harus diawasi Leo, itupun harus dilakukan di salah satu lapangan sepak bola yang berada dekat dengan rumah.
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 482 kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Misi Misteri Sang Indigo

Misi Misteri Sang Indigo

Egy bersepeda di posisi paling depan, bersama Caca yang membonceng di belakang tubuhnya. Dan di posisi kedua, ada Vano dan Cindy. Di posisi terakhir seperti kemarin saat mereka bersepada ke arah rumah Saleh, Raizel dan Divalah yang berada di posisi paling akhir. Terpaan angin sore yang ditabrak oleh sepeda mereka, menciptakan hembusan nyaman di wajah dan leher. Egy, Vano, dan Raizel membawa sepeda mereka di sisi jalan karena hari masih sore, baru saja jam setengah lima. Jalanan masih lumayan ramai.
9.833.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Cinderella, Mah, Apa Atuh?

Cinderella, Mah, Apa Atuh?

seru Kacamata Bundar penuh nada ketakutan, tanpa sadar mencengkeram kedua bahu Rella dengan kuat. Tanpa banyak cincong, Rella melajukan sepeda milik pembantu di rumahnya dengan bokong yang sudah menempel sempurna pada jok. Ia bak pembalap ulung dengan kecepatan di atas rata-rata, bahkan tubuh bagian atasnya maju, persis seperti pesepeda yang tengah berlomba mengejar baris terdepan. Stang sepeda dibelokkan ketika sampai di sebuah pertigaan, sempat melambaikan tangan di jalanan menuju ke arah rumahnya. "Bebas ...!" teriak gadis itu sangat keras ketika melewati sebuah jalanan menurun. Kedua kakinya merentang menjauhi pedal, menikmati sambutan angin yang terasa seperti menerbangkan tubuh.
1010.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai rak depan sepeda
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
Kyuni Chan
Alhamdulillah, bisa double update lagi per hari. Yeay! Terjawab sudah pertanyaan di bab 15 wkwkwk. Hayuk, dibaca Sayangku, Cintaku, Readers terhormatku. Jangan sampai ketinggalan 😆❤ Love Regards, Kyuni Chan
Khoirul N.
Ceritanya unik dan lucu. Sangat menarik untuk dibaca. Sedikit saran kaka: 1. Bagian sinopsis kyknya perlu diperjelas kalo si tokoh panggilannya Rella. Agak yuut, pas liat nama Rella. Ini siapa? Oh, nama panggilannya. 2. Kasih enter agak jauh antarparagraf Kaka. Biar gk rempet, jd tmbah enak bacanya
Baca Semua Ulasan
PEMBANTU NAIK KELAS

PEMBANTU NAIK KELAS

seru Rere beberapa kali. Tangannya memegangi bagian belakang kursi sepeda, menjaga agar sepeda tetap seimbang. TIN. TIN. Sebuah mobil datang mendekati Rere dan Fika. Itu adalah mobil Bram. Diturunkannya jendela mobil, lalu Bram berbicara sebentar dengan putrinya. Fika pun tampak begitu senang bermain sepeda di luar. “Yasudah, Papa masuk dulu, ya?”
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!

Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!

geramku, "Lacak kamar berapaaaaaa!" “Iya iya, bentar!” sahutnya panik. Aku membanting setir sedikit saat lampu merah menghadang di depan. Hampir saja menabrak sepeda motor yang ada di depanku. Sial !!! Aku mengetukkan jari ke kemudi dengan gelisah, mataku terus menatap detik lampu yang terasa berjalan terlalu lambat. Panggilanku belum terputus dengan Raka.
1041.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Gadis Penari Sang Presdir

Gadis Penari Sang Presdir

Tok Tok Tok Pengemudi sepeda motor itu mengetuk kaca mobilnya. Roy kembali melirik spionnya. SUV hitam masih terlihat di belakang mereka. Jelas bahwa pengemudi sepeda motor itu menginginkannya berhenti. Roy menekan pedal gas lebih dalam untuk mendahului, sepeda motor itu juga menambah laju kecepatan. Ketika di depan ada sebuah truk besar, Roy mendadak menginjak rem dan kembali membanting setir ke kiri. Terdengar suara hantaman sangat keras, dan truk besar seketika berhenti.
9.91.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29.3K kali sebagai rak depan sepeda
Tampilkan Ulasan (295)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, Dan ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Joanne Irene
walaupun novel ini udah lama, dan aku baru tau dan baru baca. tp jujur novelnya bagus banget. awalnya masih agak bingung dengan alur ceritanya, tapi pas udah ngalir aja, malah candu banget bacanya. terima kasih author. bisa kali S2? wkwkkwkwkw
Baca Semua Ulasan
Renjana

Renjana

Siang ini matahari bersinar begitu terik, aku ingin segera pulang ke rumah, mandi dan istirahat. Aku menuju parkiran untuk mengambil sepedaku. Setelah itu, aku mengayuh sepedaku dengan laju untuk menghemat waktu mencapai rumah, karena aku suda lelah. "Cin-cot-ciiitttt." Ban sepedaku yang bagian depan berderit, bunyi derit itu memekakkan telingaku. Aku menepikan sepeda dan mengeceknya, ban depanku kempes. Sial!
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status